Film The Uprising Angkat Pemberontakan Petani 1381, Andrew Garfield Jadi Pemimpin Revolusi

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Rabu, 09 September 2026 | 20:03:01 WIB
Andrew Garfield memerankan pemimpin pemberontakan petani Inggris dalam film The Uprising yang disutradarai Paul Greengrass.

SULAWESI TENGAH — Setelah musim panas ini diramaikan oleh The Death Of Robin Hood yang kelam bersama Hugh Jackman, Paul Greengrass menghadirkan sajian berbeda dengan The Uprising. Film ini tidak mengisahkan legenda panah yang sudah terkenal itu, melainkan peristiwa bersejarah yang justru menginspirasi lahirnya mitos Robin Hood—pemberontakan petani Inggris pada 1381.

Greengrass, yang dikenal lewat karya-karya sosial seperti Captain Phillips dan United 93, kembali meracik film aksi yang menghibur namun sarat kritik. Lewat The Uprising, ia mengajak penonton menyelami kemarahan rakyat kecil terhadap pemerintahan korup yang hanya memperkaya diri sendiri—sebuah tema yang terasa relevan dengan kondisi dunia saat ini.

Sinopsis: Pemberontakan Petani Melawan Pajak Sewenang-wenang

Lima puluh tahun setelah wabah Black Death menewaskan separuh populasi Inggris, kerajaan dihuni oleh para oligarki yang mengelilingi Raja Richard II yang masih belia (Woody Norman). Mereka diam-diam memberlakukan pajak baru yang memberatkan rakyat miskin dan mengirim para penagih untuk memeras paksa.

Seorang pembajak tanah sederhana yang diperankan Andrew Garfield, yang keluarganya juga menjadi korban wabah, akhirnya bangkit memimpin ribuan petani melawan ketidakadilan. Bersama John Ball (Jamie Bell), tokoh idealis yang memperjuangkan keadilan, dan Wat Tyler (Cosmo Jarvis), perlawanan bersenjata pun pecah hingga ibu kota London berhasil dikuasai para pemberontak.

Di tengah kekacauan, Raja Richard II yang selama ini tampak pasif justru mengambil keputusan mengejutkan. Ia menunggang kuda sendirian menembus kerumunan massa dengan membawa daftar konsesi yang mencengangkan. Namun, apakah kemenangan para petani itu nyata atau hanya ilusi?

Deretan Pemain dan Kekuatan Akting

Andrew Garfield membawa ketenangan dan tekad sederhana pada karakter pemimpin pemberontakan. Woody Norman, yang nyaris diam dengan ekspresi datar di awal film, perlahan menunjukkan sisi manipulatif Raja Richard II yang tak terduga.

Thomasin McKenzie tampil memikat sebagai Alyce, perempuan yang ikut ambil bagian dalam perjuangan. Tom Hollander dan Stephen Dillane melengkapi sisi antagonis sebagai Bendahara Hale yang licik dan Uskup Agung Sudbury. Katherine Waterston, Jonny Lee Miller, dan Sky Yang juga memberi warna sebagai Countess yang simpatik, Walikota Walworth, dan Scribe.

Sentuhan Sinematik Paul Greengrass

Greengrass piawai merangkai aksi dengan tempo yang mendebarkan. Film berdurasi 2 jam 8 menit ini digarap dengan dukungan sinematografer Pal Ulvik Rokseth, komposer Volker Bertelmann, serta editor William Goldenberg yang menjaga ritme cerita tetap melaju tanpa henti.

Produksi The Uprising digawangi Jason Blum, Greengrass, Gregory Goodman, dan Joanna Kaye di bawah bendera distributor Focus Features. Film ini menjadi bukti lain bahwa Greengrass konsisten menghadirkan hiburan berkualitas yang menggugah kesadaran sosial penontonnya.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top