SULAWESI TENGAH — Soto tangkar punya sejarah panjang dari masa kolonial. Saat itu, masyarakat Betawi jarang bisa membeli daging sapi kualitas terbaik. Mereka memanfaatkan bagian dada sapi dengan sedikit daging yang menempel di tulang iga, yang disebut "tangkar".
Bagian ini kemudian diolah dengan rempah-rempah lokal dan santan kelapa. Hasilnya, kuah soto yang gurih dan kaya rasa ini pun diwariskan turun-temurun sampai sekarang.
Keistimewaan Soto Tangkar Babe Ogah terletak pada kuahnya yang konsisten. Santan kelapa peras segar dipadukan dengan bumbu halus seperti kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar, dan jintan.
Proses memasak yang memakan waktu berjam-jam membuat bumbu meresap sempurna ke serat daging. Kuahnya pun tidak berbau amis, dengan tekstur yang pekat dan menghangatkan tenggorokan.
Isian soto tangkar di sini tidak main-main. Kamu bisa memilih daging yang empuk atau tulang iga pilihan yang masih menempel dengan dagingnya.
Potongan dagingnya dimasak hingga benar-benar lunak, sehingga mudah dilepas dari tulangnya. Cocok untuk kamu yang suka tekstur daging yang juicy dan penuh kaldu.
Babe Ogah berada di titik-titik penting keramaian Malang. Tempatnya mudah dijangkau dan dikelilingi lanskap perkotaan yang nyaman dipandang.
Suasana yang ditawarkan santai dan aman untuk keluarga. Tempat ini dirancang untuk jadi pilihan rekreasi kuliner harian, bukan cuma sekadar tempat makan biasa.
Sejak diperkenalkan lewat media sosial dan ulasan pecinta kuliner, tempat ini cepat merebut perhatian publik. Antusiasme pengunjung terlihat jelas terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.
Hal ini menandakan bahwa kuliner otentik lintas daerah seperti soto tangkar memang dinantikan kehadirannya di Malang. Jadi, datanglah lebih awal kalau tidak mau antre terlalu lama.
Kalau kamu sedang merencanakan liburan akhir pekan di Malang, menyempatkan diri mampir ke Soto Tangkar Babe Ogah bisa jadi pilihan yang tepat. Selain mengenyangkan, kamu juga ikut menikmati kekayaan kuliner nusantara yang melintasi batas wilayah.