Harga Cabai Rawit di Palu Tembus Rp105 Ribu per Kilogram, Disperindag Sulteng Siapkan Operasi Pasar

Penulis: Eko Saputro  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:46:01 WIB
Pedagang menunjukkan cabai rawit yang harganya menembus Rp105 ribu per kilogram di Pasar Inpres Manonda, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (10/9/2024).

PALU — Lonjakan harga cabai di Sulawesi Tengah dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kondisi cuaca kering yang dipengaruhi El Nino membuat produksi menurun, sementara permintaan pasar tetap tinggi, bahkan meningkat karena sejumlah kegiatan masyarakat seperti perayaan Maulid.

Kepala Disperindag Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola mengakui kenaikan harga terpantau drastis di beberapa pasar. Berdasarkan data pantauan instansinya, harga cabai merah keriting naik dari Rp37.500 per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Cabai Rawit Alami Kenaikan Tertinggi

Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit. Cabai rawit merah melonjak dari Rp49.167 per kilogram menjadi Rp95 ribu per kilogram, sementara cabai rawit hijau naik dari Rp50 ribu menjadi Rp105 ribu per kilogram.

Adapun cabai merah biasa mengalami kenaikan dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini mulai terlihat pada September, sedangkan pada Agustus kondisi harga masih relatif normal.

Mengapa Stok Cabai Menipis?

Richard menjelaskan bahwa pasokan cabai di Sulawesi Tengah sebagian besar bergantung pada daerah penghasil di luar provinsi, terutama Sulawesi Selatan. Sementara itu, produksi dari Kabupaten Sigi dan wilayah Napu belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah besar.

Kondisi ini diperparah sifat cabai yang mudah rusak sehingga tidak bisa disimpan dalam jumlah besar untuk waktu lama. Ketersediaan komoditas ini sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari daerah penghasil setiap harinya.

Langkah Disperindag: Intervensi Pasar dan Pasar Murah

Disperindag Sulteng berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pertanian di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mencari langkah preventif menjaga pasokan. Pihaknya juga menghubungi daerah-daerah penghasil untuk mengetahui ketersediaan stok.

"Jika memang ada kelebihan stok dari mereka, bisa bekerja sama dengan para distributor dari kita di sini untuk bisa melakukan intervensi pasar," ujar Richard di Palu, Selasa.

Selain intervensi pasar, Disperindag Sulteng menyiapkan pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik pada September dengan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota. Sebelumnya, pasar murah telah dilaksanakan di Kabupaten Donggala, termasuk di Kecamatan Banawa dan Labuan.

Sementara itu, harga sejumlah bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan gula masih dalam kondisi normal dengan ketersediaan stok yang cukup di pasaran.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top