BPBD Parigi Moutong Dirikan Posko Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan, 8 Kecamatan Terancam Krisis Air

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 07 September 2026 | 09:33:01 WIB
Personel BPBD Parigi Moutong bersiap di posko siaga darurat untuk menghadapi karhutla dan kekeringan di delapan kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendirikan posko siaga darurat untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Langkah ini diambil menyusul penetapan status siaga darurat di delapan kecamatan yang berisiko tinggi terdampak fenomena El Nino dan puncak musim kemarau pada September 2026.

PARIGI — BPBD Kabupaten Parigi Moutong menyiagakan personel dan peralatan di posko darurat yang mencakup wilayah Kecamatan Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong. Posko ini menjadi pusat koordinasi penanganan penurunan debit air serta distribusi air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla di delapan kecamatan. Selain empat wilayah tersebut, status ini juga berlaku untuk Kecamatan Palasa, Tomini, Mepanga, dan Ongka Malino.

“Pemerintah telah mengumumkan bahwa September 2026 merupakan puncak musim kemarau dan dampak kuat fenomena El Nino, maka daerah melakukan kesiapsiagaan menghadapi kondisi itu,” kata Rivai di Parigi, Minggu.

86 Persen Wilayah Sulteng Telah Masuk Musim Kemarau

Ancaman karhutla menjadi perhatian serius setelah terjadi kebakaran di Desa Santigi dan wilayah Bolano Lambunu. Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 86 persen wilayah Sulawesi Tengah telah memasuki musim kemarau, sehingga risiko kekeringan dan meluasnya titik api semakin meningkat.

Status siaga darurat menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas instansi. Mobilisasi sumber daya, pemantauan wilayah, hingga respons cepat terhadap laporan warga akan dijalankan lebih maksimal dalam masa tanggap darurat ini.

Personel Gabungan dan Perlengkapan Pemadam Disiagakan

Penanganan darurat melibatkan personel pemadam kebakaran, TNI/Polri, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Mereka bertugas memantau titik rawan karhutla sekaligus memastikan distribusi air bersih berjalan lancar.

BPBD menyiapkan satu unit mobil tangki di Kecamatan Bolano untuk menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat. Posko juga dilengkapi tenda pengungsian, dua unit mesin sedot air (alkon), dua set jet shooter pemadam, alat pemukul api, serta penampung air dan tandon beserta penyangganya.

Warga Diminta Tak Bakar Lahan dan Hemat Air

Rivai mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Penghematan penggunaan air juga diminta menjadi kebiasaan selama puncak musim kemarau berlangsung.

Masyarakat yang menemukan potensi karhutla atau mengalami kekurangan air bersih dapat melapor melalui layanan darurat 112, call center BNPB 117, atau WhatsApp Pusdalops di nomor 08114180117. Laporan juga bisa disampaikan melalui aplikasi sistem informasi kebencanaan (Sibimo).

Reporter: Budi Santoso
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top