Kabupaten Sigi bakal menerima tambahan penerimaan daerah Rp3,7 miliar per tahun dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu. Proyek yang tengah disiapkan Kementerian ESDM ini menyerap investasi 228 juta dolar AS dengan kapasitas 40 megawatt (MW). PLTP itu ditargetkan beroperasi komersial pada 2033.
SIGI — Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memasuki tahap persiapan eksplorasi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan pembangkit berkapasitas 40 MW itu akan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan bonus produksi sebesar Rp3,7 miliar per tahun bagi daerah.
Total investasi pengembangan PLTP Bora Pulu mencapai 228 juta dolar AS. Koordinator Penyiapan Program dan Wilayah Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Pandu Ismutadi, menyebutkan pembangkit ini akan memasok listrik secara andal selama 24 jam penuh.
Pasokan tersebut mampu melayani 40.000 rumah tangga di Sulawesi Tengah, khususnya sistem kelistrikan Sulawesi/Sulbagsel yang terhubung melalui Gardu Induk 150 kV Palu Baru (Sidera). Wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (WPSPE) Bora Pulu membentang seluas 78.388 hektare, melintasi Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala.
"Jadi proyek ini ke depan akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 175 orang," kata Pandu saat sosialisasi di Sigi, Kamis.
Pengembangan energi bersih ini tidak sekadar menambah pasokan listrik. Energi panas bumi bersifat base-load, artinya dapat beroperasi penuh tanpa terpengaruh cuaca. Cadangan terukur di wilayah ini tercatat mencapai 123 MW.
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menilai keberadaan PLTP Bora Pulu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil. Manfaat yang diharapkan mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan penerimaan daerah, hingga program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan badan usaha pengembang.
"Tentunya pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan pendukung serta rekomendasi dari Bupati untuk proyek panas bumi di Kabupaten Sigi," ujar Samuel.
Pemerintah kabupaten juga memfasilitasi percepatan penyelesaian lahan pembangunan PLTP. Pendampingan sosialisasi lanjutan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan dan tapak sumur pengeboran eksplorasi.
Kegiatan survei pendahuluan dan eksplorasi ini menjadi langkah penting untuk membuktikan cadangan panas bumi sebelum pembangunan pembangkit dilakukan. Keberadaan PLTP diharapkan memberi dampak ekonomi langsung yang dirasakan daerah penerima manfaat.