PALU — Sebanyak 4.000 bibit tomat ditanam di lahan pertanian Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penanaman ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menggerakkan program prioritas Palu Mapan.
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengatakan lahan pertanian Boyaoge sudah lama dikelola warga. Pihaknya hanya memastikan sisa lahan yang ada tetap dimanfaatkan secara maksimal.
Jenis bibit tomat yang ditanam telah dipilih sesuai kebutuhan petani dan kondisi lahan setempat. Pemilihan komoditas ini mempertimbangkan potensi hasil produksi agar optimal saat masa panen tiba.
Imelda menyebutkan tanaman tomat ini memasuki masa panen sekitar dua bulan mendatang atau pada akhir Oktober 2026. Hasil panen diharapkan langsung dipasarkan kepada pengecer, bukan melalui tengkulak.
"Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik," ujarnya di Palu, Minggu.
Penanaman bibit tomat ini merupakan salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Pemkot Palu berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.
"Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung Program Palu Mapan, khususnya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi lahan pertanian produktif," kata Imelda.
Lahan yang dikelola di Boyaoge merupakan kawasan pertanian yang telah beroperasi sejak lama. Dengan penanaman bibit tomat ini, Pemkot Palu berharap kawasan tersebut tetap produktif dan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Program ini diharapkan berjalan berkelanjutan seiring dengan komitmen daerah dalam menjaga ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani di ibu kota Sulawesi Tengah.