SULAWESI TENGAH — Fenomena foto "satu frekuensi" dengan patung ini sebenarnya bukan hal baru, tapi kembali mencuri perhatian setelah kumpulan foto-foto terbaiknya tersebar luas di media sosial. Bagi komunitas gaming yang kerap menghabiskan waktu di mall atau event offline, tren ini jadi hiburan ringan yang wajib dicoba sambil nongkrong.
Kebanyakan foto yang beredar diambil di pusat perbelanjaan, taman kota, dan area publik yang punya instalasi patung. Pesertanya harus memutar otak untuk menemukan patung dengan pose paling aneh, lalu menirukannya seakurat mungkin.
Hasilnya beragam. Ada yang berhasil meniru pose patung sedang berpikir dengan sangat serius, ada juga yang harus berguling di lantai demi menyamakan pose patung yang sedang tiduran. Momen-momen gagal dan berhasil ini justru yang paling banyak dibagikan ulang.
Buat player Mobile Legends atau Valorant yang terbiasa mikirin positioning dan timing, tren ini punya kemiripan dengan challenge di dalam game. Bedanya, di sini yang diuji adalah kesabaran dan keberanian untuk tampil konyol di depan umum.
Beberapa kreator konten esport lokal sudah mulai mengadaptasi tren ini untuk konten di luar game. Mereka biasanya mengajak teman satu tim untuk ikut serta, dan yang paling seru adalah melihat reaksi orang-orang di sekitar yang ikut tertawa.
Buat yang mau ikutan tren ini, kunci utamanya ada di pemilihan sudut pengambilan gambar. Pastikan posisi kamera sejajar dengan patung dan badanmu, supaya ilusi "satu frekuensi" terlihat sempurna.
Jangan lupa juga buat ekspresi wajah senetral mungkin. Justru dengan wajah datar tanpa ekspresi, hasil fotonya bakal makin kontras dan lucu. Pilih juga jam-jam sepi biar nggak malu-maluin kalau pose-nya gagal total.
Fenomena ini membuktikan kalau hiburan sederhana di sekitar kita masih bisa jadi konten yang seru. Selagi tempat umum masih punya patung-patung dengan pose unik, tren foto kocak ini bakal terus muncul dan berkembang.