PT Poso Energy Atur Porsi Listrik PLTA Selama El Nino, Pasokan 4 Provinsi di Sulawesi Dipastikan Aman

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:21:01 WIB
PT Poso Energy mengatur porsi produksi listrik PLTA Poso untuk menjaga keandalan pasokan di empat provinsi Sulawesi selama El Nino.

PT Poso Energy mengatur ulang porsi produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 515 megawatt (MW) untuk menjaga keandalan pasokan di empat provinsi Sulawesi selama fenomena El Nino. Manajemen perusahaan menetapkan porsi produksi lebih besar pada musim penghujan, yakni 55 persen, sementara sisanya sebesar 45 persen dialokasikan untuk periode kemarau.

PALU — PT Poso Energy memastikan pasokan listrik dari PLTA Poso ke empat provinsi di Sulawesi tetap aman meski elevasi Danau Poso berada di posisi lebih rendah akibat dampak El Nino. Perusahaan tengah menerapkan strategi pengaturan porsi energi untuk menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri.

"Kami memasok energi listrik dari PLTA Poso untuk empat provinsi di Sulawesi, sehingga perlu dilakukan pengaturan porsi sebagai strategi menjaga keandalan pasokan listrik," kata Manager PT Poso Energy Asmaruddin dihubungi dari Palu, Jumat.

Penyebab Pasokan Berkurang: Curah Hujan di Bawah Normal

Fenomena El Nino pada musim kemarau semester II 2026 menyebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah Danau Poso yang menjadi sumber utama pembangkit. Kondisi ini membuat elevasi danau berada lebih rendah dibandingkan musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, sehingga memengaruhi pola operasi waduk.

Asmaruddin menyebut produksi energi masih bisa terpenuhi sesuai rencana jika musim penghujan tiba pada akhir Oktober hingga Desember 2026 dengan intensitas volume hujan di atas normal. Sebaliknya, pasokan listrik berpotensi berkurang jika intensitas hujan berada di bawah normal.

Strategi Mitigasi: Geser Produksi ke November-Desember

Perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi berkurangnya curah hujan. Selain mengatur porsi produksi, PT Poso Energy juga menggeser sebagian produksi energi dari periode puncak kemarau pada September-Oktober ke November-Desember.

Pergeseran jadwal produksi tersebut dilakukan berdasarkan persetujuan PLN dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan air di Danau Poso. Sebelumnya, perusahaan juga telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Mei 2026 untuk meningkatkan inflow atau aliran air masuk ke Danau Poso.

"Pengaturan porsi energi melihat kondisi nyata di lapangan dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan teknis," ujar Asmaruddin.

Apa Dampaknya bagi Pasokan Listrik di Sulawesi?

PLTA Poso memasok kebutuhan listrik untuk empat provinsi, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Kapasitas terpasang sebesar 515 MW disalurkan dan didistribusikan oleh PLN untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun sektor industri.

Hingga kini, PT Poso Energy terus memantau kondisi elevasi Danau Poso dan perkembangan curah hujan di wilayah tangkapan air untuk menyesuaikan pola operasi pembangkit dengan kondisi aktual di lapangan.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top