SULAWESI TENGAH — Momen pernikahan selalu menyimpan cerita, tapi ada satu kisah dari Tangerang Selatan yang membuat siapa pun tersentuh. Seorang ayah dengan setia mendampingi putri bungsunya di hari pernikahan, meski kondisinya kritis dan harus menggunakan tabung oksigen.
Video haru ini diunggah oleh akun Instagram @welcaaaam, jasa kreator konten pernikahan yang bekerja sama dengan @sdm.weddingofficial. Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 11,3 juta kali dan dibanjiri komentar duka serta doa dari warganet.
Pernikahan Sintia dan Dalla berlangsung di iBis Style Serpong pada 26 Juli 2026. Acara mengusung konsep nasional tanpa prosesi adat, namun kehadiran sang ayah menjadi pusat perhatian sejak awal.
Wresty Elsa (25 tahun), wedding content creator yang merekam momen tersebut, mengaku sudah memperhatikan sosok ayah sejak acara dimulai. "Dari awal acara memang aku sudah cukup notice ayahnya. Terlihat banget almarhum menaruh rasa emosional besar sama anak perempuannya," ungkap Elsa kepada Wolipop.
Dalam balutan jas hitam dan peci, sang ayah duduk tegap di kursi roda. Jemarinya menggenggam erat, seolah ingin memastikan ia benar-benar hadir menyaksikan momen sakral putri kesayangannya. Para tamu dan keluarga tak kuasa menahan air mata melihat perjuangannya.
Yang membuat kisah ini makin mengharu biru adalah pesan terakhir sang ayah kepada anak-anaknya. Setelah acara pernikahan selesai, ia justru meminta mereka untuk bersenang-senang dan bermain padel.
"Salah satu anaknya juga sempat membuat Story IG setelah kepergian almarhum, di mana ayahnya justru selesai wedding malah menyuruh anak-anaknya untuk setelah acara main padel saja dan have fun. Sesederhana 'have fun' jadi punya arti yang lebih besar, di mana almarhum tetap memikirkan anak-anaknya buat nikmati hari mereka," cerita Elsa.
Elsa sendiri mengaku tak sanggup menahan haru saat merekam momen tersebut. "Jujur aku terharu banget dan bahkan aku sempat shoot selalu lihat layar HP saja karena terlalu emosional kalau lihat langsung. Aku merasa ada banyak rasa yang tersampaikan dari gesture dan ekspresi almarhum. And for me it is priceless," kenangnya.
Saat merekam video itu, Elsa belum menyadari betapa berharganya dokumentasi tersebut. Baru setelah H+10 acara, sang ayah dipanggil Yang Maha Kuasa. Sintia, yang merupakan anak perempuan terakhir di keluarganya, kehilangan sosok ayah yang telah mengantarnya ke pelaminan.
Komentar warganet pun membanjiri unggahan tersebut. "Dear suami mbaknya, liat ya, ayahnya istrimu meratukannya sampai titik darah penghabisan. Treat her good," tulis akun @afisaluah. Akun @leyladerina juga berbagi pengalaman serupa: "Papaku juga meninggal 2 hari setelah resepsi nikahku. Hebat ya para papa ini, masih sempat memperjuangkan dan hadir buat anaknya sampai detik terakhirnya."
Kisah ini menjadi pengingat bahwa cinta orang tua tidak pernah berhenti, bahkan di saat terlemah sekalipun. Seorang ayah akan berjuang sekuat tenaga untuk melihat anaknya bahagia, dan kehadirannya di hari pernikahan adalah hadiah terakhir yang tak akan pernah terlupakan.