SULAWESI TENGAH — Setelah sukses membawa Denza D9 ke segmen MPV premium, BYD kini menyiapkan model yang lebih ramah di kantong lewat M9. Di China, mobil ini dikenal dengan nama Xia dan sudah dikonfirmasi untuk pasar setir kanan seperti Australia. Kabar ini membuka peluang besar bagi BYD untuk membawa M9 ke Indonesia, menyusul kesuksesan Denza D9 di segmen MPV mewah.
Berbeda dengan Denza D9 yang murni listrik, BYD M9 justru mengusung teknologi plug-in hybrid. Sistem penggeraknya menggunakan teknologi Dual Mode Intelligent (DM-i) generasi kelima, yang memadukan mesin bensin turbo 1.5 liter empat silinder dengan motor listrik di bagian depan.
Angka spesifikasi di atas merupakan data untuk pasar China. Untuk pasar Australia, termasuk Indonesia nantinya, BYD belum mengumumkan angka resmi.
BYD M9 punya dimensi yang lebih kecil dibandingkan Denza D9, tapi tetap tergolong besar untuk kelas MPV. Panjangnya mencapai 5.145 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.805 mm, dengan jarak sumbu roda 3.045 mm. Ukuran ini masih cukup lega untuk kabin tujuh penumpang.
Secara desain, M9 jelas mengambil bahasa desain dari Denza D9. Bagian depan tampil dengan grille besar berlogo BYD, lampu utama ramping, dan aksen krom yang membentang. Sementara di belakang, lampu LED lebar menyambung dari kiri ke kanan memberi kesan modern dan premium.
Masuk ke dalam kabin, BYD M9 dibekali layar instrumen 12,3 inci dan layar infotainment 15,6 inci yang menjadi pusat kendali. Fitur pendukung lainnya termasuk head-up display, kamera 360 derajat, hingga sistem bantuan pengemudi (ADAS) yang melengkapi keselamatan berkendara.
Untuk pasar Australia, M9 akan hadir lebih dulu dalam varian Premium tujuh penumpang. Mobil ini dijadwalkan masuk ruang pamer pada kuartal IV 2026, dan jika benar dijual di sana, peluangnya untuk dibawa ke Asia Tenggara termasuk Indonesia semakin terbuka lebar.
Meski kabar ini menarik, BYD belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kehadiran M9 di Indonesia. Yang perlu dicermati adalah strategi harga. Jika BYD ingin memposisikan M9 sebagai versi "murah" dari Denza D9, maka banderolnya harus cukup jauh di bawah untuk bersaing dengan Toyota Alphard dan Kia Carnival Hybrid di pasar MPV premium.
Selain itu, teknologi DM-i generasi kelima yang dipakai M9 sudah terbukti efisien di China, tapi performa dan konsumsi bahan bakar di kondisi jalan Indonesia—dengan kemacetan dan kualitas jalan yang berbeda—masih perlu diuji lebih lanjut. Kita tunggu saja perkembangan resmi dari BYD untuk pasar Indonesia.