SULAWESI TENGAH — Berbeda dengan menonton satwa di balik kaca, melihat satwa liar di habitat aslinya menuntut kesabaran ekstra. Kadang harus menunggu berjam-jam atau beruntung mendapat momen singkat saat satwa muncul dari balik semak. Ketidakpastian itulah yang membuat pengalaman ini terasa jauh lebih berharga dibanding sekadar berfoto di kandang.
Indonesia memiliki setidaknya lima taman nasional yang menjadi rumah bagi satwa langka kelas dunia. Mulai dari primata besar di Kalimantan hingga burung endemik di Maluku Utara, berikut rincian destinasi yang bisa masuk daftar perjalananmu.
Terletak di semenanjung barat daya Kalimantan Tengah, Taman Nasional Tanjung Puting dikenal sebagai pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan terbesar di dunia. Keunikan taman nasional ini adalah cara menjelajahnya yang tidak biasa: menggunakan klotok, perahu tradisional yang menyusuri sungai di tengah hutan rawa.
Dari atas perahu, kamu bisa mengamati orangutan, bekantan, owa-owa, hingga beruang madu yang beraktivitas di tepian sungai. Suasana hutan yang rapat dan tenang membuat perjalanan ini terasa seperti memasuki dunia lain. Selain primata, pengamatan burung juga menjadi daya tarik tersendiri di kawasan ini.
Bagi pencinta gajah, Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Kawasan ini menjadi salah satu habitat penting gajah Sumatra dan memiliki Pusat Latihan Gajah yang legendaris. Selain gajah, taman nasional ini juga menjadi rumah bagi badak Sumatra dan harimau Sumatra yang sama-sama berstatus kritis.
Berkunjung ke sini bukan hanya soal berburu foto. Kamu bisa melihat langsung bagaimana upaya konservasi menjaga kelestarian satwa sambil mengelola hubungan antara satwa, hutan, dan masyarakat sekitar. Ini pengalaman edukatif yang jarang ditemukan di tempat lain.
Di ujung barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon menyimpan satu satwa yang menjadi primadona: badak Jawa. Perlu dicatat, hewan ini sangat langka dan pemalu. Keberhasilan perjalanan ke Ujung Kulon sebaiknya tidak diukur dari berhasil atau tidaknya melihat badak secara langsung.
Aktivitas wisata di habitat badak Jawa diatur dengan ketat. Meski begitu, kawasan seluas hutan pantai, hutan hujan tropis dataran rendah, mangrove, hingga wilayah laut ini tetap menawarkan banyak hal. Kamu bisa melakukan trekking, mengamati owa Jawa, surili, banteng, atau mencoba snorkeling di pulau-pulau sekitarnya. Taman nasional yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten ini memiliki lanskap yang jauh lebih beragam dari sekadar hutan.
Kalau ingin pengalaman wildlife yang berbeda, coba arahkan perjalanan ke Maluku Utara. Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Pulau Halmahera melindungi dua kelompok kawasan hutan, yaitu Aketajawe dan Lolobata. Hamparan hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan di sini menyimpan keanekaragaman hayati khas Halmahera.
Salah satu bintang utamanya adalah Paok Halmahera atau Pitta maxima, burung endemik dengan dada putih, punggung gelap, dan perut merah mencolok. Selain itu, ada kastuari, kakatua putih, perkici violet, dan burung raja. Alih-alih mengharapkan satwa besar, datanglah dengan ekspektasi untuk menikmati kekayaan avifauna yang tidak ada di tempat lain di dunia.
Beralih ke timur Indonesia, Taman Nasional Wasur di Papua Selatan menawarkan lanskap yang kontras: savana luas, rawa, dan hutan monsoon. Ekosistem yang unik ini menjadi habitat bagi cenderawasih, walabi, dan kasuari. Suasana alamnya yang terbuka memudahkan pengunjung untuk mengamati satwa dibandingkan di hutan lebat.
Keunikan Wasur terletak pada perpaduan antara satwa khas Papua dan hamparan savana yang jarang ditemukan di taman nasional lain di Indonesia. Ini pilihan tepat bagi traveler yang mencari pengalaman berbeda dari trekking hutan hujan pada umumnya.
Kelima taman nasional ini menawarkan petualangan yang tidak bisa disamakan satu sama lain. Pertimbangkan waktu tempuh dan tingkat kesulitan medan sebelum berangkat. Untuk informasi terkini mengenai tiket masuk, jam operasional, dan kondisi lapangan, sebaiknya konfirmasi langsung ke kantor Balai Taman Nasional masing-masing atau dinas pariwisata setempat sebelum keberangkatan.