Banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Rabu (26/8) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Peristiwa yang dipicu hujan lebat ini mengakibatkan belasan rumah rusak dan puluhan warga terpaksa mengungsi. BPBD setempat bergerak cepat menyalurkan air bersih dan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
PALU — BPBD Kabupaten Parigi Moutong memastikan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua mulai terpenuhi. Dua unit mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai air bersih ke lokasi pengungsian dan permukiman yang terendam lumpur.
"Kebutuhan mendesak saat ini berupa air bersih sudah disalurkan menggunakan mobil tangki," kata Pelaksana tugas (Plt) BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, saat dihubungi dari Palu, Rabu.
Pemerintah mengerahkan dua unit mobil tangki milik BPBD Parigi Moutong dan BPBD Sulawesi Tengah untuk mempercepat penanganan darurat. Jika kebutuhan di lapangan meningkat, jumlah armada ini tidak menutup kemungkinan akan ditambah.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat untuk memperkuat jaringan distribusi air bersih. Langkah ini diambil agar seluruh warga yang rumahnya terendam lumpur tetap mendapatkan akses air layak konsumsi.
Data sementara BPBD mencatat 12 rumah warga rusak akibat terjangan banjir dan material kayu. Selain itu, 50 rumah terendam lumpur dan sekitar 500 meter jalan Trans Sulawesi tertutup sedimentasi. Satu unit pabrik durian di kawasan tersebut ikut terdampak.
"Saat ini sekitar 12 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak dihantam banjir. Selain itu sekitar 68 KK atau 103 jiwa warga terdampak bencana hidrometeorologi," tutur Rivai.
Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Parigi Moutong. Air sungai meluap dan membawa material lumpur serta potongan kayu yang menyapu permukiman warga yang berada di dekat bantaran sungai.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih terus melakukan asesmen di lapangan untuk memperbarui data kerusakan dan jumlah korban. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penanganan kedaruratan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, aparat desa, serta warga setempat. Selain air bersih, kebutuhan logistik berupa makanan siap saji juga mulai didistribusikan kepada para pengungsi.
"Kebutuhan mendesak saat ini menjadi prioritas pemerintah, termasuk kebutuhan logistik (makanan siap saji) untuk korban banjir sudah di distribusi," ucap Rivai menambahkan.