SIGI — BPBD Kabupaten Sigi mencatat tiga kecamatan di kawasan pegunungan, yakni Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro, telah diguyur hujan dengan intensitas lebat. Kondisi ini menekan potensi kebakaran hutan dan lahan yang sempat mengkhawatirkan selama puncak musim kemarau.
"Alhamdulillah, memang beberapa lokasi sudah melaporkan terjadinya hujan seperti di Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro, bahkan ada hujan dengan intensitas lebat," kata Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi, Ahmad Yani, di Dolo, Selasa.
Selain tiga wilayah tersebut, BPBD Sigi juga mencatat hujan dengan intensitas kecil hingga sedang turun di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. Hingga kini, belum ditemukan laporan kebakaran lahan di dua kecamatan tersebut.
"Untuk wilayah yang sudah mulai hujan ini tidak ada laporan kejadian karhutla. Harapannya tidak ada kejadian kebakaran lahan di Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro," ucap Ahmad Yani.
Situasi berbeda terjadi di delapan kecamatan lainnya yang masih terpapar panas ekstrem akibat puncak El Nino. Wilayah tersebut meliputi Gumbasa, Tanambulava, Dolo Selatan, Dolo Barat, Marawola, Sigi Kota, Sigi Biromaru, serta Kinovaro.
Ahmad Yani menjelaskan, berkurangnya vegetasi menjadi salah satu penyebab utama wilayah-wilayah itu lebih cepat mengalami kekeringan saat terpapar panas. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap titik api.
Sepanjang Agustus ini, BPBD Sigi menerima laporan karhutla dari lima kecamatan. Mereka adalah Kecamatan Marawola, Gumbasa, Sigi Kota, Dolo Barat, dan Dolo Selatan.
Meski demikian, turunnya hujan di kawasan pegunungan menjadi sinyal awal meredanya ancaman karhutla di sebagian besar wilayah Kabupaten Sigi. BPBD setempat berharap curah hujan segera merata ke seluruh kecamatan untuk memadamkan potensi kebakaran yang tersisa.