PALU — Ratusan warga Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, menghadiri reses Anggota DPRD Kota Palu Sultan Amin Badawi, Senin (24/08/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan konstituennya untuk membahas kebutuhan pembangunan di lingkungan setempat.
Sejumlah persoalan infrastruktur mendominasi usulan yang disampaikan warga. Selain drainase dan lampu jalan, perbaikan akses jalan serta bantuan untuk mengembangkan usaha masyarakat juga masuk dalam daftar aspirasi yang dibacakan dalam forum tersebut.
Berdasarkan penjaringan yang berlangsung, setidaknya ada empat poin besar yang menjadi perhatian warga. Pertama, perbaikan saluran drainase yang dinilai kerap menyebabkan genangan. Kedua, pengadaan lampu penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan aktivitas warga pada malam hari.
Selanjutnya, warga juga meminta perbaikan jalan lingkungan yang kondisinya mulai rusak. Terakhir, bantuan permodalan atau dukungan lain bagi pelaku usaha kecil di Kelurahan Ujuna agar roda perekonomian lokal bisa berputar lebih cepat.
Sultan Amin Badawi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung. Ia meminta warga memanfaatkan forum ini untuk mengutarakan kebutuhan yang menyangkut kepentingan banyak orang.
“Reses ini adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terhadap ekonomi, terkait usaha maupun layanan yang kurang baik atau kebutuhan untuk orang banyak. Jadi manfaatkan Reses ini, menyampaikan semua usulannya,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang tertampung akan menjadi dasar perjuangannya di tingkat eksekutif. Sultan menekankan bahwa fungsi anggota dewan adalah menjadi jembatan antara masyarakat dan Pemerintah Kota Palu agar program pembangunan tepat sasaran.
“Usulan dari bapak dan ibu sekalian akan menjadi dasar saya menyampaikan ke Pemerintah Kota Palu, apalagi jika usulan itu memang dari masyarakat banyak. Saya tidak bisa berjuang sendiri, sehingga perlu dukungan dan sinergi dari bapak dan ibu semua,” katanya.
Sultan juga memberikan catatan penting terkait realisasi aspirasi. Tidak semua usulan yang masuk bisa langsung dieksekusi, salah satu faktornya adalah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah. Hal ini, kata dia, bukan berarti usulan warga diabaikan begitu saja.
“Kita perlu bersinergi. Aspirasi masyarakat harus terus disampaikan sehingga bisa didengar dan ditanggapi oleh Pemerintah Kota Palu dan mudah-mudahan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat terus mengawal setiap usulan yang telah disampaikan. Dengan begitu, pembangunan yang dijalankan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan prioritas warga di lapangan.
Kegiatan reses tersebut turut didampingi Koordinator Pendamping Reses Agustiartie Fitriyani T., S.H. dan Degrita M.K. Tobigo, S.Sos., M.Si., serta pendamping reses Aswir Hidayat.