Pemkab Sigi Larang Warga Buka Lahan dengan Cara Dibakar, 5 Kecamatan Jadi Zona Rawan Karhutla

Penulis: Deni Kurniawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:40:32 WIB
Petugas BPBD Sigi memadamkan titik api kebakaran lahan di Kecamatan Marawola, Sulawesi Tengah, Selasa (26/8/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, resmi melarang masyarakat membersihkan atau membuka lahan baru dengan cara dibakar, terutama saat musim kemarau. Larangan ini dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

SIGI — Kepala Bidang Bencana pada BPBD Sigi, Ahmad Yani, mengimbau warga untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan karena berisiko memicu karhutla. Kebiasaan ini disebut menjadi penyebab dominan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sigi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk saat ini dan ke depan agar tidak melakukan pembersihan lahan ataupun pembukaan lahan baru dengan cara dibakar, karena bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan," kata Ahmad Yani di Dolo, Senin.

Ancaman Sanksi Hukum bagi Pembakar Lahan

Pemkab Sigi menegaskan bahwa tindakan membuka lahan dengan cara membakar memiliki konsekuensi hukum. Aturan tersebut merujuk pada regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang mengatur larangan pembakaran lahan.

"Langkah pembukaan lahan dengan cara membakar ini ada sanksi hukumnya sesuai aturan Kementerian Lingkungan Hidup," ucapnya.

5 Kecamatan Terpapar Panas Tinggi dan Rawan Karhutla

BPBD Sigi memetakan sejumlah wilayah yang paling rentan mengalami karhutla. Daerah-daerah tersebut mengalami paparan panas tinggi yang membuat vegetasi dan lahan masyarakat menjadi kering.

Wilayah yang berpotensi terjadi karhutla meliputi Kecamatan Dolo Selatan, Dolo Barat, Marawola, dan Kinovaro. Kondisi kekeringan ini bahkan sudah berdampak pada berkurangnya pasokan air bersih di beberapa titik.

"Jadi memang wilayah tersebut yang terpapar panas tinggi, sehingga vegetasi ataupun lahan masyarakat mengalami kekeringan. Bahkan beberapa wilayah juga sudah melaporkan kekurangan air dari sumber mata air," sebutnya.

Lima Laporan Karhutla Sepanjang Agustus

Data BPBD Sigi mencatat setidaknya ada lima wilayah yang melaporkan kejadian karhutla selama Agustus 2026. Titik-titik kebakaran tersebar di Kecamatan Marawola, Gumbasa, Sigi Kota, Dolo Barat, dan Dolo Selatan.

Menghadapi situasi ini, BPBD Sigi memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta aparat TNI dan Polri. Sosialisasi intensif dan langkah pemadaman dini terus digencarkan di lapangan.

"Beberapa kali ada laporan karhutla dan pemerintah desa dibantu masyarakat serta Babinsa, Bhabinkamtibmas, ke lokasi karhutla membawa peralatan manual dan mesin pompa tangki air guna menyisir titik-titik bekas kebakaran," kata Ahmad Yani.

Upaya penyisiran ini dilakukan untuk memastikan sisa bara api dan asap benar-benar padam total sehingga tidak memicu kebakaran susulan di kemudian hari.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top