Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menargetkan 31.316 kepala keluarga (KK) kurang mampu sebagai penerima bantuan pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun 2026. Setiap keluarga akan menerima jatah beras sebanyak 30 kilogram, dengan penyaluran dijadwalkan mulai pekan depan.
PALU — Rencana penyaluran bantuan pangan ini diumumkan Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Petalolo, Sabtu (22/8/2026). Sasaran program adalah warga yang masuk kelompok desil 5 ke bawah, atau lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Menurut Irmayanti, bantuan beras ini merupakan instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli warga di tengah gejolak ekonomi. Selain itu, program ini diharapkan menekan angka kerawanan pangan dan gizi pada kelompok rentan.
Pemkot Palu belum memastikan tanggal pasti pembagian bantuan. Irmayanti menyebut pihaknya masih menunggu surat resmi dari Perum Bulog selaku eksekutor penyaluran yang ditugaskan pemerintah pusat.
"Penyaluran bantuan pangan dijadwalkan pada pekan depan, meski begitu Pemkot Palu masih menunggu surat dari Perum Bulog," ujarnya di Palu, Sabtu.
Bantuan ini dirancang untuk mengurangi pengeluaran belanja makanan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Dengan tambahan pasokan beras dari pemerintah, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa terbebani lonjakan harga.
"Selain menjaga daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga bahan pokok penting, juga bagian dari upaya mencegah kerawanan pangan dan gizi pada kelompok masyarakat rentan," tutur Irmayanti.
Menjelang penyaluran, Pemkot Palu melakukan inspeksi ke pasar tradisional pada Jumat (21/8/2026). Hasilnya, ketersediaan stok beras terpantau sangat memadai dengan harga berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram.
Irmayanti menegaskan Pemkot Palu terus membangun koordinasi bersama Bulog, perangkat daerah, dan Satgas Pangan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.