Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako memastikan 53 unit Jembatan Garuda di Sulawesi Tengah hampir seluruhnya tuntas dikerjakan, dengan satu unit tersisa yang tengah dikebut penyelesaiannya. Peresmian jembatan terbaru dilakukan di Desa Bahagia, Kabupaten Sigi, seiring mandat baru pembangunan lima jembatan tambahan yang ditargetkan rampung akhir Desember 2026.
SIGI — Pembangunan infrastruktur perdesaan di Sulawesi Tengah memasuki tahap akhir. Korem 132/Tadulako melaporkan progres fisik 53 unit Jembatan Garuda yang tersebar di wilayahnya telah mencapai hampir 100 persen. Dari total tersebut, hanya tersisa satu unit yang pengerjaannya masih di atas 90 persen dan ditargetkan selesai dalam pekan ini.
"Untuk di wilayah Korem 132/Tadulako atau di Sulawesi Tengah saat ini hampir semua sudah selesai dikerjakan 100 persen, tinggal satu unit masih di atas 90 persen proses pengerjaanya. Mungkin dalam minggu ini juga akan selesai," ujar Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta saat meresmikan Jembatan Aramco Kodim 1306 Kota Palu di Desa Bahagia, Jumat.
Setelah menuntaskan 53 unit, Korem 132/Tadulako tidak berhenti. Instansi TNI AD itu kembali menerima mandat untuk membangun lima jembatan tambahan di Sulawesi Tengah. Proyek lanjutan ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026, memastikan konektivitas antarwilayah terus bertambah.
Peresmian Jembatan Aramco di Desa Bahagia menjadi penanda penting bagi warga setempat. Kepala Desa Bahagia, Jaki Hadisuparto, menyebut kehadiran infrastruktur ini menjawab keluhan mobilitas yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebelumnya, warga harus menyeberangi sungai secara langsung untuk mengakses area persawahan dan perkebunan.
"Tentunya keberadaan jembatan garuda ini tetap menjadi kebutuhan vital untuk memangkas waktu dan jarak tempuh," kata Jaki.
Desa Bahagia yang merupakan pemukiman transmigrasi sejak 1965 ini dihuni 303 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.039 jiwa. Mayoritas penduduknya, sekitar 90 persen, menggantungkan hidup sebagai petani hortikultura, sawah, dan perkebunan. Dengan adanya jembatan, angkutan hasil pertanian tidak lagi terhambat saat musim banjir.
Jika sebelumnya banjir memaksa warga memutar lewat jalan lingkar menuju kebun dan sawah, kini akses langsung tersedia. "Manfaat jembatan ini sangat besar karena memudahkan angkutan hasil pertanian dan memperlancar aktivitas harian masyarakat," ucap Jaki.
Danrem 132/Tadulako berharap jembatan anyar ini mampu menjadi penggerak roda perekonomian lokal. Akses yang lebih pendek menuju area perkebunan, pasar, fasilitas kesehatan, hingga lembaga pendidikan dinilai akan meningkatkan produktivitas warga.