Sebanyak 23 produk unggulan UMKM asal Sulawesi Tengah berhasil menembus kurasi Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Enam di antaranya bahkan lolos untuk tampil secara fisik di Jakarta International JCC, memperebutkan target omzet ekspor hingga Rp446,9 miliar.
JAKARTA — Deretan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sulawesi Tengah mencatatkan prestasi di kancah nasional. Sebanyak 23 produk unggulan dari provinsi ini dinyatakan lolos kurasi ketat untuk tampil dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.
Produk-produk tersebut tidak hanya tampil melalui platform daring, tetapi enam di antaranya berhasil mendapatkan tempat di pameran fisik yang berlangsung di Jakarta International JCC. Keenam produk itu adalah FFF by Ferry, Tenun Al Hikmah, Sri Rejeki, Kopi Kamanuru, PT Bamba Rattan, dan Bintang Gallery.
Produk yang dikirimkan UMKM Sulteng cukup beragam. Berdasarkan data yang dirilis penyelenggara, mayoritas produk berasal dari sektor camilan nusantara, disusul wastra atau fesyen, kopi, hingga kerajinan tangan.
Beberapa nama yang masuk daftar kurasi antara lain Kopi Kalemago, Kopi Kamanuru, Batik Nation, Tenun Al Hikmah, serta PT Bamba Rattan yang dikenal dengan kerajinan rotannya. Ada pula produk perawatan tubuh (body care) dari Togean Naturale yang turut menghiasi daftar peserta.
Partisipasi UMKM Sulteng ini merupakan bagian dari upaya BI memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, menegaskan bahwa sektor usaha kecil adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
"UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia," ujar Thomas dalam pembukaan talkshow bertajuk "Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas" di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam ajang ini, BI menargetkan transaksi yang cukup besar. Melalui fasilitas business matching, lembaga tersebut memasang target omzet ekspor sebesar Rp446,9 miliar dan pembiayaan hijau mencapai Rp212,8 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, Bank Indonesia menginisiasi "Gerakan Korporasi Gandeng UMKM". Program ini dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha kecil dengan rantai pasok global, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas dan mempermudah akses pembiayaan.
Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, menambahkan bahwa pemerintah terus mendukung UMKM melalui insentif perpajakan dan kemudahan ekspor. Menurutnya, sinergi antarotoritas menjadi kunci agar UMKM tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitasnya.
Melalui semangat "Beudaya Meusare-sare" atau berdaya bersama-sama, ajang ini diharapkan menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk dari Sulawesi Tengah.