SULAWESI TENGAH — Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian perjalanan Commuter Line di dua lintas pelayanan tersebut telah berjalan sesuai jadwal. "Kami pastikan layanan sudah kembali normal dan masyarakat dapat menggunakan commuter line seperti biasa," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis sore.
Insiden yang memicu keterlambatan itu terjadi pada pagi hari. KAI Commuter menyebutkan, gangguan berawal dari sebuah kejadian di jalur yang memaksa sejumlah perjalanan kereta di rute Bogor dan Tangerang diatur ulang. Manajemen meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa akibat perubahan jadwal mendadak tersebut.
Dampak keterlambatan sempat terasa cukup signifikan di sejumlah stasiun utama, seperti Stasiun Bogor, Stasiun Jakarta Kota, dan Stasiun Tanah Abang. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean penumpang mengular di gerbang masuk dan area peron pada rentang pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Banyak pengguna commuter line yang memilih menunggu di stasiun ketimbang beralih ke moda transportasi lain.
Meski sempat terjadi penumpukan, Leza menambahkan bahwa petugas di lapangan telah melakukan pengaturan alur penumpang secara bertahap. "Kami berupaya meminimalisir dampak dengan mempercepat proses perjalanan kereta yang sempat tertahan," jelasnya.
KAI Commuter menjelaskan, proses evakuasi dan pemeriksaan sarana prasarana di lokasi kejadian menjadi prioritas utama sebelum layanan dinyatakan aman. Pihaknya berkoordinasi dengan petugas jalur untuk memastikan tidak ada lagi hambatan teknis yang membahayakan perjalanan. Setelah dinyatakan aman, rangkaian kereta secara bertahap dioperasikan kembali.
Leza mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi melalui kanal media sosial KAI Commuter atau aplikasi C-Access untuk mendapatkan update terbaru terkait perjalanan. "Kami akan terus menyampaikan informasi yang transparan kepada publik," tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di area jalur kereta. KAI Commuter kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar rel yang bukan peruntukannya, karena dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu perjalanan ribuan penumpang lainnya.