Menteri PU Dody Hanggodo Percepat Pemulihan SPAM dan Air Bersih Pasca Gempa NTT 7,7 SR

Penulis: Ivan Suryana  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:18:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau proses pemulihan sarana air bersih pascagempa NTT berkekuatan 7,7 SR.

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Fokus utama adalah memastikan layanan air bersih tetap berjalan selama masa tanggap darurat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan prioritas penanganan pascabencana adalah infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Pemeriksaan dan perbaikan sarana air minum pun langsung dilakukan agar masyarakat segera terlayani.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan," kata Menteri Dody Hanggodo.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) NTT telah memeriksa sarana air minum di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka. Pemeriksaan meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, hingga tampungan air warga.

Satu perbaikan krusial dilakukan pada jaringan perpipaan SPAM Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang rusak akibat gempa. Bersama PDAM Kabupaten Ende, perbaikan berlangsung sejak 16 Agustus dan tuntas pada malam 17 Agustus 2026, sehingga air bersih kembali mengalir ke rumah warga.

Dukungan Penanganan Lapangan

Kementerian PU juga mengerahkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Pamsimas untuk mendata kondisi sarana air minum. Tim ini tidak hanya menginventarisasi kerusakan, tetapi langsung menangani sarana yang bermasalah agar layanan segera pulih.

Sebanyak 10 personel tambahan diberangkatkan dari Kupang untuk memperkuat pemeriksaan di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Mereka bertugas mengecek kondisi sarana dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan di tiap lokasi.

Di Kabupaten Nagekeo, 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air warga. Rinciannya, 2 unit MTA sudah berada di lokasi dan 1 unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.

Selain itu, disiapkan 16 unit Hidran Umum (HU), terdiri dari 8 unit dukungan yang tersedia saat ini dan 8 unit HU pinjam pakai. Di Kupang, 2 unit mobil tangki air dan 1 unit truk tinja juga disiagakan untuk mendukung penanganan bencana.

Menteri PU Dody menuturkan penanganan dilakukan bertahap sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan wilayah masing-masing.

"Kami akan terus lakukan pengecekan dan inventarisasi di lapangan supaya penanganannya tepat sasaran. Kalau sumber air dan jaringan masih bisa difungsikan, kami optimalkan. Kalau belum, kita siapkan alternatif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih selama masa tanggap darurat," jelas Dody Hanggodo.

Kementerian PU terus menginventarisasi pos-pos pengungsian agar kebutuhan air bersih dan sanitasi cepat terpenuhi. Bila perlu, mobilisasi prasarana air minum akan dilakukan dari luar NTT, termasuk dari depo di Surabaya.

Pemenuhan air bersih akan dioptimalkan lewat SPAM atau PDAM jika jaringan tersedia dan berfungsi. Namun, jika perpipaan terganggu, dukungan diberikan melalui mobil tangki, hidran umum, tampungan air, dan sarana lain sesuai kebutuhan lapangan.

Reporter: Ivan Suryana
Back to top