SULAWESI TENGAH — Mitsubishi akhirnya membuka tabir interior dari prototipe Eclipse Sportback EV 2027 yang akan datang. Dari foto-foto yang beredar, kesan pertama yang muncul bukanlah "wow", melainkan rasa familiar yang kuat—karena dasbor, panel instrumen, dan tata letak konsol tengahnya nyaris identik dengan Nissan Leaf. Ini wajar secara teknis mengingat platform dan teknologi penggeraknya dibagikan dengan Leaf, tapi untuk segmen EV modern yang kompetitif, keputusan desain ini patut dipertanyakan.
Secara fungsional, kabin Eclipse Sportback ini sebenarnya tidak bermasalah. Layar instrumen digital dan layar sentuh utama terpasang berdampingan dengan rapi, dan logo tiga berlian di setir sudah cukup menegaskan identitasnya sebagai produk Mitsubishi. Material dan ergonomi kemungkinan besar mengikuti standar Leaf yang sudah teruji, jadi untuk urusan kepraktisan harian, kabin ini tetap masuk akal.
Masalahnya, pasar EV di kelas ini sudah bergerak maju. Pembeli yang akan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah (atau bahkan lebih untuk pasar global) kini menuntut kabin yang terasa futuristik dan eksklusif. Memakai desain interior dari mobil listrik generasi pertama yang sudah berumur—dengan gaya yang cenderung konservatif—membuat Eclipse Sportback ini langsung terlihat tertinggal satu generasi dari para pesaingnya yang sudah mengusung layar panorama atau desain minimalis ala "sofa".
Kabar baiknya, ini baru prototipe. Mitsubishi masih punya waktu untuk melakukan penyegaran sebelum versi produksi finalnya meluncur. Jika mereka serius ingin bersaing, mereka harus berani mengubah setidaknya bagian tengah dasbor dan panel pintu agar terasa berbeda dan lebih modern.
Namun, jika versi produksinya nanti benar-benar seperti ini, maka Eclipse Sportback EV akan mengandalkan sepenuhnya pada karakter berkendara, efisiensi baterai, dan harga yang agresif untuk memenangkan hati konsumen—bukan dari kemewahan kabinnya. Sampai ada konfirmasi spesifikasi final dan harga, kami sarankan untuk menahan diri sebelum memesan. Tunggu hasil uji kendara pertama kami untuk melihat apakah EV ini punya nyali di jalan raya, bukan cuma di atas kertas.