Lahan 3 Hektar Milik Warga Morowali Raib Setelah Digugat, Diduga Dijual ke PT IHIP oleh Oknum yang Sama

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 25 Mei 2026 | 11:53:39 WIB
Daeng Mapoji melaporkan kehilangan lahan perkebunan seluas 3 hektar di Morowali yang diduga dijual kembali oleh oknum penjual lama.

MOROWALI — Daeng Mapoji, warga Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, melaporkan kehilangan lahan perkebunan seluas 3 hektar yang telah ia beli secara sah pada 2013. Lahan tersebut diduga dikuasai dan dijual kembali ke PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) oleh oknum yang sama yang dulu menjadi penjual.

Dua Lahan dengan Nasib Sama

Lahan pertama seluas 2 hektar dibeli Daeng Mapoji dari Abd Rasid Tasaripa, yang saat itu masih menjabat Kepala Desa Topogaro. Transaksi terjadi pada 2013 dengan batas tanah yang jelas dan disaksikan oleh sejumlah pihak, termasuk Kades Topogaro Hamid, Nasarudin, dan Tasman Tasaripa.

"Bukti pembelian ada. SKPT juga sudah ada. Tapi hari ini lahan itu sudah dijual lagi oleh oknum yang dulu jual ke saya," kata Daeng Mapoji, Senin (25/5/2026).

Lahan kedua seluas 1 hektar dibeli dari Tasman Tasaripa, yang waktu itu menjabat Ketua BPD. Transaksi juga terjadi pada tahun yang sama, dengan dokumen lengkap dan disaksikan M. Saleh Ismail, ABD Halik, serta La’ane Taher.

Kerugian dan Ancaman Blokade

Daeng Mapoji mengaku dirugikan besar atas dua lahan yang kini sudah dikuasai dan dijual kembali. Ia menuntut pihak yang terlibat segera mengembalikan lahan perkebunannya.

"Saya berharap pihak yang terlibat dan terkait yang sudah melakukan penipuan terhadap saya agar segera kembalikan tanah perkebunan yang saya beli," tegasnya.

Jika tidak ada respons, ia berencana melakukan blokade di atas lahan yang ia klaim sebagai milik sah.

Belum Ada Klarifikasi dari Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut belum memberikan klarifikasi. Media ini akan terus mengawal dan mencari jawaban dari pihak-pihak terkait.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top