PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Provinsi Hainan, Tiongkok, menyepakati penguatan tiga sektor unggulan dalam penjajakan kerja sama sister province. Kesepakatan ini menjadi langkah awal mempererat hubungan bilateral kedua daerah di tingkat provinsi.
Kerja sama ini difokuskan pada tiga sektor potensial: pertanian, perikanan, dan pariwisata. Kedua provinsi sepakat bertukar teknologi dan praktik terbaik di bidang agrikultur serta pengelolaan hasil laut.
Sektor pariwisata juga menjadi perhatian utama. Targetnya adalah peningkatan kunjungan wisatawan dan promosi destinasi unggulan.
Kerja sama ini membuka peluang baru bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Dampak utama yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas petani dan nelayan lokal melalui pelatihan dan transfer teknologi dari Hainan.
Sektor pariwisata berpotensi mendapat suntikan investasi asing untuk infrastruktur pendukung. Hal ini secara langsung dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Kedua pihak masih dalam tahap penjajakan dan penyusunan nota kesepahaman (MoU). Belum ada tanggal pasti implementasi penuh kerja sama ini.
Pemerintah Provinsi Sulteng menyatakan akan segera membentuk tim teknis untuk merumuskan program konkret. Tim ini akan berkoordinasi langsung dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Hainan.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pertanian dan perikanan menjadi kelompok paling diuntungkan. Mereka berpotensi mendapatkan akses pasar lebih luas serta pendampingan teknis.
Pemerintah daerah juga berharap pemuda di Sulteng memanfaatkan program pertukaran pemuda dan beasiswa yang mungkin menjadi bagian kerja sama ini.
Setelah kesepakatan awal, langkah berikutnya adalah kunjungan balasan dan pertemuan teknis untuk membahas detail kerja sama. Pemerintah Provinsi Sulteng akan mengirim delegasi ke Hainan untuk mempelajari sistem pertanian dan perikanan modern di sana.
Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa bulan sebelum kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerja sama secara resmi.