PARIGI MOUTONG — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah turun langsung ke SMKN Pariwisata Parigata Parigi dan SMA Negeri 1 Balinggi untuk memantau pelaksanaan PPDB. Rombongan yang terdiri dari tujuh anggota dewan itu diterima oleh kepala sekolah di masing-masing lokasi.
Dalam monitoring di SMA Negeri 1 Balinggi, sejumlah persoalan mengemuka, termasuk peran komite sekolah dan transparansi pengelolaan sumbangan. Berdasarkan hasil pembahasan, sumbangan bersifat tidak wajib dan pengelolaannya harus dilakukan secara transparan oleh komite sekolah, bukan pihak sekolah.
Selain itu, turut dibahas kondisi komite sekolah, penerbitan SK OSIS, serta berbagai kebutuhan fasilitas penunjang pendidikan yang masih perlu perhatian.
Di SMKN Pariwisata Parigata Parigi, kepala sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan, salah satunya pembangunan asrama bagi siswa. Lokasi sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggal masyarakat menjadi alasan utama perlunya fasilitas tersebut.
Anggota Komisi IV, Aristan, S.Pt, menjelaskan bahwa monitoring bertujuan menggali strategi pengembangan sekolah agar semakin diminati masyarakat. Sementara itu, Awaluddin, S.Sos., M.PA menyoroti tiga poin: peningkatan infrastruktur jalan menuju sekolah, penguatan sosialisasi, dan promosi sekolah yang lebih optimal.
Maryam Tamoreka, S.Kom menyarankan agar sekolah memasang spanduk atau media promosi ketika alumninya berhasil memperoleh pekerjaan. Ia menekankan pentingnya sosialisasi yang menjangkau masyarakat luas.
Baharuddin Sapi’i, SP merekomendasikan agar sekitar 50 siswa memperoleh kesempatan bersekolah gratis melalui program Berani Cerdas. Hj. Zalzulmida A. Djanggola, SH., CN menambahkan, promosi sekolah harus dilakukan secara profesional melalui dukungan tenaga IT dan media digital.
“Yang paling penting adalah bagaimana peningkatan kualitas alumni SMK Pariwisata,” ujarnya.
Menanggapi berbagai persoalan, Hj. Zalzulmida menyatakan bahwa akses jalan masuk yang merupakan aset provinsi akan menjadi perhatian Komisi IV untuk ditindaklanjuti. Terkait pembangunan asrama, pihak sekolah diminta menyiapkan proposal dan perencanaan yang jelas, termasuk desain dan kebutuhan lahannya.
Usai diskusi, anggota Komisi IV diajak meninjau langsung sarana dan prasarana di SMKN Pariwisata Parigata. Rombongan kemudian melanjutkan monitoring ke SMA Negeri 1 Balinggi untuk membahas pelaksanaan pendidikan, bantuan beasiswa, dan peran komite sekolah.
Melalui monitoring ini, Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah berharap pelaksanaan PPDB dan penyelenggaraan pendidikan di kedua sekolah dapat berjalan lebih baik, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan peserta didik di Kabupaten Parigi Moutong.