MOROWALI — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali menggelar Media Gathering dan Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sebagai upaya memperkuat sinergi antara instansi pemerintah, media, dan masyarakat dalam pengawasan keberadaan orang asing di Kabupaten Morowali. Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian informasi keimigrasian sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali, Yusva Aditya, yang diwakili oleh Galih Nur Rahartadi, menyampaikan bahwa aplikasi APOA merupakan salah satu inovasi strategis Direktorat Jenderal Imigrasi. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pelaporan keberadaan orang asing secara cepat, mudah, dan transparan.
Galih menegaskan, keterlibatan pengelola penginapan, perusahaan, serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan pengawasan orang asing yang optimal. Hal ini terutama relevan bagi Morowali yang memiliki mobilitas tenaga kerja asing cukup tinggi.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto. Melalui dukungannya, diharapkan sosialisasi APOA dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung stabilitas dan keamanan wilayah, khususnya di Sulawesi Tengah.
Turut hadir sebagai narasumber, Ahmad, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali. Ia memaparkan materi mengenai pembinaan pemberi kerja Tenaga Kerja Asing (TKA) di Morowali. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan keimigrasian, termasuk kewajiban pelaporan keberadaan TKA.
Sementara itu, Albakarah Firmansyah, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Morowali, menyampaikan peran strategis media. Media dinilai memiliki fungsi vital dalam mendukung penyebaran informasi keimigrasian kepada masyarakat secara cepat dan akurat.
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali berharap terjalin hubungan komunikasi yang semakin baik dengan insan media. Selain itu, diharapkan meningkatnya kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pelaporan orang asing.
Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas instansi, pengawasan keimigrasian di Kabupaten Morowali diharapkan dapat berjalan lebih optimal, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan dinamika global.