Anwar Hafid meminta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru dilantik untuk segera menyusun tiga agenda prioritas di instansi masing-masing. Ketiganya adalah penyusunan data sektoral, digitalisasi layanan, dan inovasi.
“Saya beri waktu enam bulan untuk menyiapkan tiga hal ini. Kinerja kepala OPD akan dievaluasi dari indikator tersebut,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, ketiga agenda itu menjadi fondasi birokrasi modern yang mampu merespons kebutuhan warga secara cepat dan tepat. Tanpa data sektoral yang akurat, kata dia, kebijakan yang diambil bisa meleset dari sasaran.
Dalam arahannya, Anwar menyebut dua karakter penting yang harus melekat pada aparatur sipil negara (ASN) di Sulteng. Pertama, mampu melakukan hal luar biasa meski berasal dari latar belakang biasa. Kedua, menghadirkan manfaat nyata dalam setiap kebijakan dan tindakan.
“Saya harap dua ciri ini ada dalam diri semua ASN,” pesannya.
Gubernur juga mengingatkan agar kepala OPD tidak memperlakukan pegawai tertentu sebagai anak emas yang bisa merusak ekosistem kerja. Disiplin pegawai harus dievaluasi secara berkala, termasuk dalam pemberian tunjangan kinerja.
“Tolong tertibkan pegawai di tiap OPD. Jangan sampai pegawai yang malas turut menerima tunjangan kinerja yang sama besarnya dengan pegawai yang rajin,” serunya.
Anwar mengakui bahwa menentukan pejabat terbaik pada pos jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilelang bukan perkara sederhana. Ia meminta ASN yang belum terpilih untuk tetap mempersiapkan diri.
“Sebab sewaktu-waktu dapat mengisi jabatan yang kosong maupun menggantikan pejabat yang kinerjanya dinilai kurang maksimal. Pantang mundur dan jangan surut, karena roda pemerintahan terus berjalan dan akan dievaluasi,” tegasnya.
Pelantikan turut dihadiri Anggota DPRD Sulteng Ir. Elisa Bunga Allo, Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Provinsi Dr. Novalina, serta unsur forkopimda terkait. Gubernur berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja maksimal di tengah efisiensi anggaran.
“Walau sulit kita tidak boleh berhenti berkreasi karena pelayanan rakyat tidak kenal efisiensi,” tegas Anwar Hafid.