UIN Datokarama Palu Kenalkan Budaya Kaili ke Mahasiswa Thailand, Filipina, dan Malaysia Lewat Program Internasional

Penulis: Andi Pratama  •  Senin, 11 Mei 2026 | 22:59:35 WIB
Mahasiswa dari Thailand, Filipina, dan Malaysia mengikuti program internasional DISC di UIN Datokarama Palu.

SIGI — Puluhan mahasiswa dari lima perguruan tinggi di tiga negara Asia Tenggara mengikuti program Datokarama International Short Course (DISC) 2026 yang digelar Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu. Mereka berasal dari University of the Philippines, Benguet State University Filipina, Cordillera Career Development College (CCDC), University Islam Melaka Malaysia, dan Songkla University Thailand.

Kedatangan mereka di Kampus II UIN Datokarama di Kabupaten Sigi disambut dengan tarian Mokambu, tarian penyambutan tamu khas Etnis Kaili. Tiga mahasiswi UIN Datokarama — Hikmawati, Cahya Farhana, dan Khusnul Khatimah — memperagakan tarian tersebut dengan mengenakan pakaian adat lengkap khas Kaili.

Bukan Sekadar Pertukaran Akademik Biasa

Dekan FTIK UIN Datokarama, Prof Saepuddin Mashuri, menegaskan kegiatan ini memiliki misi yang lebih besar dari sekadar diskusi ilmiah. Menurutnya, program ini menjadi upaya strategis untuk memperkenalkan wajah Sulawesi Tengah kepada dunia internasional melalui budaya lokal.

"Kegiatan yang dimulai hari ini bukan sekadar pertukaran akademik biasa, melainkan upaya strategis untuk memperkenalkan wajah Sulawesi Tengah kepada dunia internasional," kata Saepuddin.

Belajar Bahasa hingga Nilai Pelestarian Lingkungan

Selain tarian, FTIK UIN Datokarama juga memperkenalkan bahasa Kaili dan pakaian adat sub Etnis Kaili Ledo kepada para peserta DISC. Tidak hanya soal budaya, pihak kampus turut mengenalkan nilai-nilai pelestarian lingkungan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kaili.

Saepuddin menjelaskan, seluruh program studi di FTIK mengusung tema yang mengarah pada solusi mengatasi krisis ekologi. Pendekatan yang digunakan memadukan keilmuan, keagamaan, dan kearifan budaya lokal.

"DISC menjadi kegiatan penting bagi perguruan tinggi membangun diskusi, bertukar pikiran dan pengalaman untuk menguatkan solusi terhadap krisis ekologi," ucapnya.

Membangun Jembatan Persahabatan Lewat Pendidikan dan Budaya

Melalui program ini, UIN Datokarama berharap para mahasiswa mancanegara tidak hanya membawa pulang ilmu akademik, tetapi juga cerita tentang keindahan budaya Kaili. Kampus menargetkan kegiatan ini menjadi penggerak menuju perguruan tinggi terdepan di Asia Tenggara.

"Melalui DISC, kami ingin mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Filipina pulang membawa cerita tentang keindahan budaya Kaili. Ini adalah cara kami membangun jembatan persahabatan melalui pendidikan dan kebudayaan," ujar Saepuddin.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top