LUWUK — Tiga kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep), dan Banggai Laut (Balut), menjadi lokasi penyaluran program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sepanjang 2025. Sebanyak 968 keluarga prasejahtera di wilayah tersebut kini memiliki sambungan listrik sendiri di rumah mereka.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut program ini bukan sekadar urusan teknis pemasangan kabel. Menurutnya, akses listrik menjadi pintu gerbang bagi kemandirian ekonomi dan pendidikan generasi mendatang.
“Listrik adalah jantung dari pembangunan dan kesejahteraan. Target PLN bukan sekadar mengejar angka capaian, melainkan memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang andal dan terjangkau,” kata Usman dalam pernyataan yang diterima redaksi.
Seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi lapangan oleh Direktorat Ketenagalistrikan serta Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM. Langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak jatuh ke tangan yang tidak berhak.
Ketua Tim dari Direktorat Ketenagalistrikan dan Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Rianto Widodo, memberikan apresiasi atas sinergi di lapangan. “Proses penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan pengawasan langsung guna menjamin ketepatan sasaran,” ujarnya.
Setiap rumah penerima bantuan dilengkapi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sertifikat ini memastikan instalasi listrik di dalam rumah aman bagi penghuninya dan memenuhi standar teknis.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menegaskan pentingnya keberlanjutan akses energi ini. “Seluruh instalasi wajib memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan demi keselamatan pelanggan,” tegasnya.
Kehadiran listrik mandiri mulai dirasakan warga. Anak-anak kini bisa belajar dengan penerangan yang memadai pada malam hari. Pelaku usaha kecil juga memiliki peluang meningkatkan produktivitas melalui penggunaan alat elektronik.
PLN UID Suluttenggo bersama Kementerian ESDM berkomitmen memperluas jangkauan program elektrifikasi. Targetnya, rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah bisa mencapai 100 persen. “Kami menyadari akses listrik adalah hak dasar. PLN akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam kegelapan,” tambah Usman Bangun.