Pencarian

Pemerintah Klaim Harga BBM RI Paling Murah di ASEAN, Pertamina Beberkan Datanya

Senin, 05 Oktober 2026 • 15:18:01 WIB
Pemerintah Klaim Harga BBM RI Paling Murah di ASEAN, Pertamina Beberkan Datanya
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir memaparkan perbandingan harga BBM Indonesia dengan negara lain dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026.

SULAWESI TENGAH — Harga BBM RON 92 di Indonesia berada di Rp 15.950 per liter, jauh lebih murah dibandingkan Singapura Rp 48.514 per liter dan Thailand Rp 21.213 per liter. Klaim ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kemendagri. Pemerintah menyebut posisi Indonesia masih paling kompetitif dibandingkan 12 negara tetangga.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir memaparkan perbandingan harga bahan bakar minyak Indonesia dengan sejumlah negara saat merangkum penjelasan Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto. Rapat berlangsung di Jakarta dan dipantau melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri.

Data yang dipaparkan Pertamina Patra Niaga menempatkan harga BBM nonsubsidi Indonesia di posisi terendah untuk hampir semua jenis bahan bakar dibandingkan negara-negara tetangga.

Harga RON 92 Indonesia Rp 15.950 per Liter, Singapura Hampir Tiga Kali Lipat

Untuk BBM dengan nilai oktan 92, harga di Indonesia tercatat Rp 15.950 per liter. Angka ini jauh di bawah Singapura yang mencapai Rp 48.514 per liter dan Thailand Rp 21.213 per liter.

Selisih dengan Singapura mencapai lebih dari tiga kali lipat. Posisi Indonesia sebagai negara dengan harga RON 92 termurah di antara 12 negara tetangga menjadi poin utama yang ditekankan dalam rapat tersebut.

RON 95 dan RON 97-98 Juga Diklaim Termurah

Untuk BBM RON 95, harga di Indonesia berada di Rp 19.150 per liter. Sebagai perbandingan, Singapura menjual di Rp 55.086 per liter dan Thailand Rp 26.424 per liter.

Joko Pranoto menyebut jenis BBM dengan oktan lebih tinggi juga berada di posisi paling murah. "RON 95 juga kita paling murah, kemudian RON 97-98 juga paling murah," ujarnya dalam rapat.

Posisi Indonesia untuk diesel berada di urutan keempat termurah setelah India, Pakistan, dan Malaysia. Sementara untuk avtur, Indonesia diklaim menempati posisi paling murah di kawasan.

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dipicu Konflik Timur Tengah

Joko Pranoto menjelaskan harga BBM nonsubsidi dan avtur mengalami kenaikan signifikan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Kenaikan itu terutama dipengaruhi faktor eksternal yang menekan harga minyak dunia.

Khusus Pertamax dan Pertamax Green, ada pembatasan kenaikan sejak April. Harga baru disesuaikan pada Juni, dan per Oktober seluruh harga JBU retail serta avtur ditahan sama dengan posisi September.

"Kalau dilihat harga yang paling ujung seluruh JBU maupun yang avtur di September dan Oktober itu harganya tetap," kata Joko.

Perbandingan dengan Negara ASEAN hingga Australia

Pertamina Patra Niaga membandingkan harga BBM Indonesia dengan negara-negara ASEAN, Australia, Pakistan, dan India. Hasilnya, harga di Indonesia secara keseluruhan dinilai masih kompetitif.

"Sebenarnya in overall masih sangat kompetitif dibandingkan negara-negara yang lain," terang Joko.

Data ini menjadi acuan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global. Harga BBM nonsubsidi yang ditahan pada Oktober memberi ruang bagi konsumen untuk tidak menghadapi kenaikan tambahan menjelang akhir tahun.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks