SULAWESI TENGAH — Film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini resmi terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 atau Oscars 2027. Perjalanan film produksi Forka Films ini menempuh sejumlah festival internasional sebelum akhirnya tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Dukungan Oriflame Indonesia turut mengiringi proses panjang tersebut.
Sebelum menyapa penonton Tanah Air, Empat Musim Pertiwi lebih dulu melangkah ke sejumlah panggung festival dunia. Film ini terpilih dalam program Centrepiece di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026, lalu hadir di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 lewat program A Window on Asian Cinema.
Film ini juga masuk dalam CROSSCUT ASIA+ di Tokyo International Film Festival 2026, sebuah section yang menyoroti sinema Asia Tenggara dan kolaborasi lintas negara di kawasan Asia. Deretan pencapaian itu menjadi dasar kuat bagi pemilihan Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia di ajang Academy Awards.
Sinopsis Empat Musim Pertiwi
Empat Musim Pertiwi mengangkat kisah Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah dua dekade. Ia harus berhadapan kembali dengan luka, penolakan, serta masa lalu yang pernah membentuk hidupnya.
Melalui perjalanan itu, film ini menggambarkan proses pemulihan, keberanian menghadapi kenyataan, dan ketangguhan seorang perempuan dalam menemukan kembali makna rumah, keluarga, serta kedamaian. Kamila Andini duduk sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, dengan Batara Goempar dipercaya menangani sinematografi.
Jejak Kamila Andini di Cannes dan Nominasi APSA
Momentum internasional film ini berawal dari kehadiran Kamila Andini di Cannes Film Festival 2026. Ia terpilih dalam program Women in Cinema Spotlight oleh Red Sea Film Foundation, pengakuan terhadap suara sineas perempuan Asia.
Di luar festival, Empat Musim Pertiwi mendapat nominasi Best Cinematography untuk Batara Goempar di Asia Pacific Screen Awards (APSA) 2026. Rangkaian pencapaian ini menunjukkan cerita yang berakar pada budaya Indonesia bisa berbicara dalam bahasa universal, menyentuh isu tentang perempuan, trauma, ketangguhan, keadilan, dan kekuatan komunitas.
"Setiap kali film ini diputar di negara lain, saya melihat penonton mengenali dirinya dalam Pertiwi. Itu mengingatkan saya bahwa cerita perempuan Indonesia tidak pernah terlalu kecil untuk panggung mana pun," ujar Kamila Andini.
Peran Oriflame di Balik Perjalanan Film
Jauh sebelum namanya disebut di panggung internasional, Empat Musim Pertiwi telah mendapatkan dukungan Oriflame Indonesia. Langkah tersebut menjadi bentuk keyakinan brand terhadap kekuatan cerita perempuan dan pentingnya ruang bagi suara perempuan Indonesia untuk didengar lebih luas.
Fredrik Nilsson, Vice President & General Manager Oriflame Indonesia, mengatakan dukungan ini berangkat dari nilai yang dekat dengan perusahaan, yakni women empowerment, resilience, dan kekuatan komunitas.
"Film ini mengingatkan kita bahwa perempuan memiliki daya untuk bertahan, pulih, dan kembali menemukan cahayanya, bahkan setelah melalui masa-masa sulit. Bagi Oriflame, inilah makna beauty yang lebih dalam: keberanian, kepercayaan diri, dan kekuatan untuk menjadi diri sendiri," jelas Fredrik Nilsson.
Bagi Oriflame, beauty tidak hanya berbicara soal penampilan, tetapi juga keberanian mengekspresikan diri, membangun peluang, dan bangkit dari berbagai musim kehidupan. Semangat itu sejalan dengan komunitas Brand Partner yang tumbuh lewat dukungan dan kolaborasi di seluruh Indonesia.
Jadwal Tayang di Bioskop Indonesia
Setelah Gala Premiere pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Jakarta, Empat Musim Pertiwi bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Kolaborasi dengan Oriflame diharapkan membuka percakapan lebih luas tentang ruang kreatif yang berdampak positif bagi perempuan.
Pencapaian Empat Musim Pertiwi menambah daftar film Indonesia yang menembus festival kelas dunia sekaligus bersaing di ajang Academy Awards. Bagi industri film nasional, kehadiran karya semacam ini memperkuat posisi storytelling Indonesia di pasar global.