Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Sulawesi Tengah menggelar bazar produk kreatif di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, sebagai upaya memberdayakan ekonomi warga binaan dan anggota paguyuban. Kegiatan itu menampilkan aneka olahan kuliner dan kerajinan tangan hasil program pembinaan keterampilan di UPT Pemasyarakatan setempat.
AMPANA — Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah Herman Mulawarman menyatakan bazar tersebut menjadi sarana perputaran ekonomi bagi semua pihak, baik anggota PIPAS maupun warga binaan. Produk yang dipamerkan merupakan hasil karya nyata dari program pembinaan yang selama ini berjalan di lembaga pemasyarakatan.
Herman menekankan pentingnya pengembangan produk secara berkelanjutan, terutama dari sisi peningkatan kualitas, kemasan, hingga strategi pemasaran. Menurut dia, karya warga binaan dan anggota PIPAS perlu memiliki daya saing yang lebih luas agar tidak berhenti sebagai pajangan.
"Jika dikelola dengan baik, karya-karya tersebut tidak sekadar menjadi pajangan, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan warga binaan," ujar Herman yang juga pembina PIPAS Daerah Sulawesi Tengah.
Produk Kuliner dan Kerajinan yang Dipamerkan
Bazar menghadirkan beragam produk olahan kuliner seperti keripik pisang, keripik biji durian, bawang goreng, rengginang, hingga peyek. Produk kerajinan tangan juga dipamerkan, mulai dari bahan kawat bulu, limbah plastik, dan kertas jilid.
Selain itu, ada kerajinan berupa lampu hias, cermin hias, bunga hias, maupun gantungan kunci. Ragam produk itu menunjukkan keterampilan yang diasah warga binaan selama mengikuti pembinaan di UPT Pemasyarakatan.
Wadah Mengasah Keterampilan Anggota PIPAS
Ketua PIPAS Sulawesi Tengah Karlina Herman menyampaikan bahwa pameran dirancang sebagai wadah mengasah keterampilan dan memberdayakan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana mengenalkan hasil program pembinaan keterampilan kepada masyarakat luas.
Menurut Karlina, proses tersebut memberikan kesempatan bagi anggota untuk belajar mengembangkan kreativitas, mengelola produk, dan mengenal peluang pemasaran.
"Proses tersebut juga memberikan kesempatan bagi anggota untuk belajar mengembangkan kreativitas, mengelola produk, dan mengenal peluang pemasaran," kata dia.
Membekali Warga Binaan dengan Kemampuan Produktif
Pembinaan ekonomi melalui bazar ini menyasar dua kelompok sekaligus: warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan dan anggota PIPAS yang ingin meningkatkan pendapatan keluarga. Keterampilan yang dilatih mencakup pengolahan bahan lokal menjadi produk bernilai jual.
Herman menyebut kegiatan semacam ini penting agar warga binaan memiliki bekal produktif selama masa pembinaan. Harapannya, keterampilan itu bisa menjadi modal usaha setelah mereka kembali ke masyarakat.
Bazar di Ampana menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dan PIPAS dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di lingkungan pemasyarakatan.