Pencarian

Kepala SDN 6 Luwuk Bantah Beri Keterangan soal Cubit Siswa, Minta Redaksi Verifikasi Sumber Berita

Minggu, 27 September 2026 • 05:16:31 WIB
Kepala SDN 6 Luwuk Bantah Beri Keterangan soal Cubit Siswa, Minta Redaksi Verifikasi Sumber Berita
Kepala SDN 6 Luwuk, Badrun Ladaele, menyampaikan hak jawab tertulis terkait pemberitaan mengenai dugaan cubit siswa.

LUWUK — Kepala SD Negeri 6 Luwuk, Badrun Ladaele, S.Pd, menyampaikan hak jawab dan klarifikasi tertulis pada 26 September 2026. Hak jawab itu merespons pemberitaan gNews.co.id tertanggal 25 September 2026 berjudul "Cubit Siswa hingga Memar dan Elus Paha Siswi Kadisdikbud Banggai Akan Panggil Kepala SDN 6 Luwuk."

Badrun meminta sejumlah bagian dalam pemberitaan diluruskan agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan berimbang. Ia menandatangani surat hak jawab tersebut di Luwuk, 26 September 2026.

Bantah Pernah Beri Keterangan ke Wartawan

Salah satu poin utama hak jawab berkaitan dengan pemberitaan yang menyebut adanya bantahan dari pihak kepala sekolah mengenai tindakan pencubitan terhadap siswa. Badrun menyatakan dirinya tidak pernah memberikan keterangan kepada Amrillah Mokoagow soal hal itu.

Ia menyebut tidak pernah diwawancarai maupun berkomunikasi, baik secara langsung, melalui telepon, WhatsApp, maupun sarana komunikasi lainnya. Badrun juga menegaskan tidak pernah memberi keterangan bahwa tindakan yang dilakukan hanya berupa mengusap dan menepuk bagian kepala siswa.

Namun, dalam klarifikasinya, Badrun menyampaikan bahwa memang terdapat tindakan berupa cubitan terhadap beberapa peserta didik dalam konteks peneguran dan pendisiplinan.

"Fakta yang saya sampaikan adalah bahwa memang terdapat tindakan berupa cubitan terhadap beberapa peserta didik dalam konteks peneguran dan pendisiplinan. Fakta tersebut tidak saya tutupi," tulis Badrun dalam surat hak jawabnya.

Karena itu, ia meminta redaksi melakukan koreksi apabila pernyataan mengenai "mengusap dan menepuk bagian kepala siswa" ditulis seolah-olah merupakan keterangan yang bersumber darinya.

Minta Identitas "Sejumlah Orang Tua Siswa" Diverifikasi

Badrun mempertanyakan penyebutan frasa "sejumlah orang tua siswa menyampaikan keberatan" dalam pemberitaan tersebut. Ia meminta agar identitas sumber, jumlah orang tua yang dimaksud, serta waktu penyampaian keberatan dapat dijelaskan dan diverifikasi.

Menurut Badrun, terhadap orang tua peserta didik yang berkaitan langsung dengan persoalan itu telah dilakukan komunikasi dan klarifikasi. Ia menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah secara damai dan kekeluargaan.

"Sepanjang yang saya ketahui, berkaitan dengan peserta didik yang terkait langsung dengan peristiwa ini, telah dilakukan komunikasi dan klarifikasi dengan orang tua peserta didik dan permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai dan kekeluargaan," demikian salah satu poin dalam hak jawabnya.

Badrun juga meminta penjelasan mengenai penggunaan frasa "pihak keluarga merasa keberatan dan khawatir". Ia menilai sumber dan kapasitas pihak yang disebut sebagai keluarga perlu diverifikasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru mengenai sikap orang tua peserta didik.

Klaim Penyelesaian Damai dan Permintaan Tautan Koreksi

Dalam surat tersebut, Badrun menyampaikan bahwa setelah kejadian, telah dilakukan komunikasi dan klarifikasi secara langsung dengan orang tua peserta didik. Para pihak bermusyawarah dan memilih menyelesaikan persoalan secara damai dan kekeluargaan.

Badrun menilai perkembangan itu perlu disampaikan kepada publik sebagai informasi terkini agar persoalan diketahui secara utuh dan berimbang.

Melalui hak jawabnya, ia meminta redaksi memuat klarifikasi tersebut secara proporsional, melakukan koreksi terhadap pernyataan yang dinisbatkan kepadanya, serta memperbarui informasi mengenai penyelesaian secara damai dan kekeluargaan.

Ia juga meminta hak jawab dan/atau koreksi tersebut ditautkan dengan pemberitaan yang menjadi pokok persoalan agar pembaca memperoleh informasi secara lengkap. Badrun menegaskan dirinya menghormati tugas jurnalistik dan kebebasan pers, namun meminta setiap pernyataan yang dicantumkan sebagai keterangan dirinya benar-benar merupakan pernyataan yang pernah disampaikannya.

Redaksi gNews.co.id memuat hak jawab ini sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan memberikan ruang kepada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki klarifikasi atas pemberitaan untuk menyampaikan tanggapan kepada publik.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks