LUWUK — Kuliah umum tersebut dibuka langsung oleh Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, didampingi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Luwuk Dr. Farid Haluti, Dekan FKIP Dr. Armin Haluti, dan Ketua Program Studi S2 Pedagogi Dr. Hasrat Aimang. Kehadiran Kadisdikbud Banggai sebagai narasumber disebut Sutrisno sebagai bentuk kolaborasi yang dibutuhkan dunia pendidikan daerah.
Sutrisno menegaskan, kemajuan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah maupun dinas pendidikan. Menurutnya, pembangunan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, sektor industri, hingga masyarakat.
"Ekosistem pendidikan saat ini bukan hanya sekolah atau dinas pendidikan. Ada orang tua, sekolah, perguruan tinggi, sektor industri dan swasta, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.
Kolaborasi Antarsektor Dinilai Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
Rektor menyoroti pentingnya kolaborasi antarsektor dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul, terutama menghadapi Indonesia Emas 2045 dan bonus demografi. Ia juga menyoroti potensi sumber daya alam Kabupaten Banggai yang perlu diimbangi pembangunan kualitas SDM agar daerah punya daya saing berkelanjutan.
"Kalau mau mencari keunggulan, maka sumber daya manusia harus dipersiapkan. Sumber daya manusia mampu menghidupkan kreativitas dan menjadi keunggulan," katanya.
Sutrisno mengingatkan, daerah yang berkembang melalui industri berbasis sumber daya alam tetap perlu menyiapkan SDM untuk menghadapi perubahan ketika sumber daya tersebut mengalami penurunan. Karena itu, investasi jangka panjang yang perlu disiapkan sejak sekarang adalah peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan.
Peran S2 Pedagogi Tingkatkan Kompetensi Guru di Banggai
Keberadaan Program Studi S2 Pedagogi Unismuh Luwuk dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik, khususnya di Kabupaten Banggai. Sutrisno menyebut program itu sebagai upaya meningkatkan kompetensi para guru.
"Ini salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya teman-teman guru yang luar biasa ini agar terus ditingkatkan kompetensinya," ungkapnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab ikut mempersiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Sutrisno berharap mahasiswa S2 Pedagogi tidak sekadar memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Perguruan tinggi harus mempersiapkan sumber daya manusia agar anak-anak kita tidak harus selalu pergi jauh untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan," jelasnya.
Mahasiswa Baru S2 Pedagogi Dibekali Wawasan Tantangan Profesi Guru
Kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kadisdikbud Banggai Syafruddin Hinelo. Ia membahas berbagai tantangan dan kebutuhan pendidikan dalam membangun guru profesional dan berdaya saing di era transformasi digital.
Bagi mahasiswa baru S2 Pedagogi, kegiatan tersebut menjadi momentum awal memperluas wawasan mengenai tantangan profesi guru di tengah transformasi digital. Unismuh Luwuk mendorong lahirnya tenaga pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga adaptif, kreatif, inovatif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.