Pencarian

Banjir Bandang Landa Desa Avolua Parigi Moutong, 12 Rumah Rusak dan 103 Jiwa Terdampak

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:24:32 WIB
Banjir Bandang Landa Desa Avolua Parigi Moutong, 12 Rumah Rusak dan 103 Jiwa Terdampak
Banjir bandang menerjang Desa Avolua, Parigi Moutong, menyebabkan 12 rumah rusak dan 103 jiwa terdampak.

Banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Rabu (26/8) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Peristiwa yang dipicu hujan lebat ini mengakibatkan belasan rumah rusak dan puluhan warga terpaksa mengungsi. BPBD setempat bergerak cepat menyalurkan air bersih dan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.

PALU — BPBD Kabupaten Parigi Moutong memastikan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua mulai terpenuhi. Dua unit mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai air bersih ke lokasi pengungsian dan permukiman yang terendam lumpur.

"Kebutuhan mendesak saat ini berupa air bersih sudah disalurkan menggunakan mobil tangki," kata Pelaksana tugas (Plt) BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, saat dihubungi dari Palu, Rabu.

Dua Mobil Tangki Dikerahkan, Suplai Air Dipastikan Bertambah

Pemerintah mengerahkan dua unit mobil tangki milik BPBD Parigi Moutong dan BPBD Sulawesi Tengah untuk mempercepat penanganan darurat. Jika kebutuhan di lapangan meningkat, jumlah armada ini tidak menutup kemungkinan akan ditambah.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat untuk memperkuat jaringan distribusi air bersih. Langkah ini diambil agar seluruh warga yang rumahnya terendam lumpur tetap mendapatkan akses air layak konsumsi.

Ratusan Warga Terdampak, 12 KK Mengungsi

Data sementara BPBD mencatat 12 rumah warga rusak akibat terjangan banjir dan material kayu. Selain itu, 50 rumah terendam lumpur dan sekitar 500 meter jalan Trans Sulawesi tertutup sedimentasi. Satu unit pabrik durian di kawasan tersebut ikut terdampak.

"Saat ini sekitar 12 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak dihantam banjir. Selain itu sekitar 68 KK atau 103 jiwa warga terdampak bencana hidrometeorologi," tutur Rivai.

Penyebab Banjir: Luapan Sungai Akibat Hujan Lebat

Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Parigi Moutong. Air sungai meluap dan membawa material lumpur serta potongan kayu yang menyapu permukiman warga yang berada di dekat bantaran sungai.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih terus melakukan asesmen di lapangan untuk memperbarui data kerusakan dan jumlah korban. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Penanganan Darurat Melibatkan TNI/Polri dan Aparat Desa

Penanganan kedaruratan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, aparat desa, serta warga setempat. Selain air bersih, kebutuhan logistik berupa makanan siap saji juga mulai didistribusikan kepada para pengungsi.

"Kebutuhan mendesak saat ini menjadi prioritas pemerintah, termasuk kebutuhan logistik (makanan siap saji) untuk korban banjir sudah di distribusi," ucap Rivai menambahkan.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks