Pencarian

BYD Cetak 411 Ribu Unit pada Juli 2026, Leapmotor Tembus Rekor 100 Ribu dan Ancam Posisi Geely Galaxy

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:19:31 WIB
BYD Cetak 411 Ribu Unit pada Juli 2026, Leapmotor Tembus Rekor 100 Ribu dan Ancam Posisi Geely Galaxy
Penjualan BYD pada Juli 2026 mencapai 411.072 unit, dengan kontribusi ekspor hampir 180.000 unit.

SULAWESI TENGAH — Persaingan di segmen kendaraan listrik China bulan lalu berlangsung sengit. Meski BYD nyaman di posisi teratas, pertumbuhan agresif Leapmotor mulai mengancam merek-merek besar di bawahnya, khususnya Geely Galaxy yang hanya unggul tipis dengan 107.797 unit.

Data penjualan Juli 2026 yang dihimpun Car News China menunjukkan total penjualan BYD mencapai 411.072 mobil penumpang. Angka ini memperpanjang tren kenaikan penjualan tahunan pabrikan asal Shenzhen itu selama tiga bulan berturut-turut. Dari total tersebut, kontribusi pasar ekspor mencapai hampir 180.000 unit—rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Leapmotor Tembus Rekor Berkat Model A10

Leapmotor membukukan penjualan 101.267 unit pada Juli, melonjak 102% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini sekaligus menandai pertama kalinya merek tersebut menembus angka psikologis 100.000 unit dalam sebulan.

Pendorong utama pertumbuhan ini adalah model A10 yang di pasar internasional dikenal sebagai B03X. Model yang baru diluncurkan pada akhir Maret itu mencatat pengiriman 28.593 unit pada Juli, atau hampir 30% dari total penjualan perusahaan. Dengan hasil ini, Leapmotor resmi melampaui Changan yang "hanya" menjual 96.500 kendaraan energi baru di bulan yang sama.

Fang Cheng Bao Tumbuh 190%, Denza Ikut Menguat

Di internal BYD, merek off-road Fang Cheng Bao menjadi bintang dengan penjualan 41.213 unit atau naik 190,6% secara tahunan. Sementara itu, Denza yang menyasar segmen premium mencatatkan 19.196 unit, meningkat 68,8% dibandingkan Juli tahun lalu.

Nasib Berbeda: Li Auto Turun, Nio dan Xiaomi Naik

Bukan kabar baik bagi Li Auto. Pabrikan yang dikenal dengan model range extender ini menjual 30.468 kendaraan pada Juli 2026, turun tipis 0,9% secara tahunan. Penurunan ini kontras dengan Nio yang mengirimkan 35.934 unit, naik 71% berkat kontribusi tiga mereknya: Nio utama 20.008 unit, Onvo 10.155 unit, dan Firefly 5.771 unit yang melonjak 143,9%.

Xiaomi juga konsisten mencatat pengiriman lebih dari 30.000 kendaraan pada Juli. Di sisi lain, Huawei melalui Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) membukukan 45.046 unit. Salah satu merek di bawah payung HIMA, Luxeed yang dikembangkan bersama Chery, mencatat penjualan 10.709 unit—melonjak 227,7% dibandingkan tahun sebelumnya dan hampir dua kali lipat dari rekor Juni lalu yang sebesar 5.541 unit.

Implikasi untuk Pasar Indonesia

Pertumbuhan ekspor BYD yang menembus 180.000 unit sebulan menegaskan agresivitas pabrikan China dalam menguasai pasar global, termasuk Indonesia. Dengan skala produksi sebesar ini, tekanan harga untuk model-model listrik di dalam negeri diprediksi semakin ketat, terutama di segmen city car dan SUV kompak yang selama ini menjadi medan pertempuran utama.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idnfinancials.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks