MOROWALI — Kasat Lantas Polres Morowali, IPTU Ni Nyoman Sukreni, duduk satu meja dengan para sopir angkutan barang di Bungku Tengah. Ia membuka diskusi dengan kalimat yang langsung mencairkan suasana.
"Kami datang bukan untuk menakut-nakuti. Kami datang karena kalian garda terdepan di jalan. Muatan banyak, jarak tempuh jauh, risikonya juga besar," ujar Nyoman dalam kegiatan yang digelar Rabu (29/7/2026) tersebut.
Fokus Bahasan: ODOL dan Safety Riding
Dalam penyuluhan, Kasat Lantas menyoroti dua persoalan utama yang kerap dihadapi sopir angkutan barang. Pertama, kendaraan over dimension over loading atau ODOL yang tidak hanya rawan kecelakaan, tetapi juga merusak jalan dan membahayakan pengguna lain.
Kedua, soal safety riding—berkendara aman yang mengutamakan kewaspadaan, tanggung jawab, dan kesiapan fisik-mental pengemudi. Nyoman menekankan pentingnya melengkapi surat kendaraan dan memiliki SIM.
Pesan Tegas: Jangan Ugal-Ugalan di Jalan
"Mari wujudkan jalan raya yang aman. Hormati pengguna jalan lain, patuhi rambu, lengkapi surat kendaraan, jangan ugal-ugalan. Hindari muatan berlebihan dan pastikan pengemudi punya SIM. Keselamatan dimulai dari kita," pesan Nyoman dibacakan lantang di hadapan para opang.
Suasana diskusi berjalan cair. Para sopir angkutan barang diberi kesempatan bertanya dan berbagi pengalaman soal aturan, risiko di jalan, hingga cara menghindari kebiasaan melawan arus.
Respons Komunitas: Baru Kali Ini Diajak Ngobrol Santai
Salah satu ketua komunitas opang mengaku senang dengan pendekatan baru ini. "Biasanya ketemu polisi pas razia. Ini pertama kali diajak ngobrol santai soal keselamatan. Mantap," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini dan bagian dari Program Kamseltibcarlantas Polres Morowali 2026. Sat Lantas berharap para sopir bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan di jalan.
Berlanjut ke Komunitas Lain
Polres Morowali memastikan program Polantas Karib akan terus berlanjut ke komunitas-komunitas lain di wilayah tersebut. Kegiatan ditutup dengan pembagian brosur dan pemasangan spanduk pesan keselamatan.
"Kalau kalian selamat, keluarga di rumah juga tenang," kata Nyoman menutup pertemuan.