PALU — Sebanyak 153 pelaku UMKM di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini memiliki ruang promosi dan pemasaran permanen di Gedung Baruga. Bangunan yang didesain sebagai etalase produk lokal ini juga berfungsi sebagai inkubator bisnis bagi industri kecil menengah (IKM).
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan bahwa gedung tersebut bukan sekadar tempat menjajakan produk. “Gedung Baruga tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjajakan produk, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan penguatan usaha bagi pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM),” katanya di Palu, Jumat.
Fungsi Tiga Lantai untuk Beragam Produk
Pemanfaatan Gedung Baruga dibagi dalam beberapa fungsi yang berbeda di setiap lantainya. Lantai satu dikhususkan sebagai pusat penjualan produk makanan, minuman, serta aneka oleh-oleh khas Kota Palu.
Sementara itu, lantai dua menghadirkan produk industri kreatif. Mulai dari kerajinan lokal, fesyen, furnitur, hingga suvenir atau cenderamata menjadi komoditas yang dipasarkan di area tersebut.
Lantai tiga disiapkan sebagai ruang terbuka. Area ini dapat digunakan untuk kegiatan komunitas, pameran, serta berbagai aktivitas kreatif masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Target ke Depan
Sejak diluncurkan pada Januari 2026, Baruga telah menampilkan sebanyak 1.022 produk lokal. Angka kunjungan masyarakat tercatat mencapai 6.345 orang selama periode tersebut.
Menurut Hadianto, gedung ini merupakan upaya pemerintah daerah menyediakan wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing. Bangunan Baruga juga dirancang sebagai inkubator bisnis untuk menjembatani pelaku usaha dengan pasar melalui pendampingan dan penguatan kapasitas.
Melalui fasilitas tersebut, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan ruang penjualan. Mereka juga didorong untuk meningkatkan kualitas produk, pengemasan, dan kemampuan mengembangkan usaha.
“Dengan hadirnya Baruga ini sebagai etalase produk lokal sekaligus inkubator bisnis, Pemerintah Kota Palu berharap pelaku UMKM semakin mudah memasarkan produk, memperluas jaringan usaha, serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Hadianto.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Hal ini penting agar produk lokal memiliki nilai tambah serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kota Palu terus mendorong UMKM dan IKM agar berkembang secara berkelanjutan. Sektor ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah ke depannya.