SULAWESI TENGAH — Land Rover mengonfirmasi kehadiran varian listrik untuk Range Rover Sport, yang akan menjadi model full electric kedua mereka. Dari sisi tampilan, SUV ini nyaris identik dengan versi bermesin bensin yang sudah beredar saat ini.
Penampakan Luar yang Hampir Mirip, Hanya Kisi-kisi Tertutup yang Membedakan
Perbedaan eksterior paling mencolok hanya pada kisi-kisi depan yang tertutup rapat, ciri khas mobil listrik untuk mengurangi hambatan angin. Selain itu, tidak ada pipa knalpot yang terlihat di bagian belakang.
Secara keseluruhan, siluet dan proporsi bodi tetap mempertahankan bahasa desain Range Rover Sport yang gagah dan modern. Bagi yang belum tahu, mungkin sulit membedakan mana yang bensin dan mana yang listrik dari kejauhan.
Tenaga 542 HP dan Jarak Tempuh Lebih dari 300 Mil
Land Rover menjanjikan performa tinggi untuk SUV listrik ini. Tenaga yang dihasilkan mencapai 542 horsepower, setara dengan varian performa tinggi di lini bensin. Jarak tempuh per pengisian baterai diperkirakan menembus angka 300 mil atau sekitar 482 kilometer.
Angka ini menempatkan Range Rover Sport Electric sebagai pesaing serius di segmen SUV listrik premium. Namun, pabrikan belum merinci detail spesifikasi motor listrik, kapasitas baterai, maupun kemampuan pengisian dayanya.
Bagi yang Belum Siap Full Listrik, Ada Opsi Hybrid Plug-in
Land Rover masih menyediakan varian hybrid plug-in (PHEV) bagi konsumen yang belum ingin beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik. Varian ini mampu menempuh jarak hingga 54 mil per pengisian daya, dan tetap bisa mengandalkan mesin bensin sebagai cadangan.
Dua pilihan mesin bensin tersedia untuk menemani sistem hybrid tersebut. Dengan begitu, konsumen punya fleksibilitas memilih antara listrik murni atau hybrid sesuai kebutuhan mobilitas harian.
Produksi Paling Cepat 2027, Harga Belum Diumumkan
Land Rover belum mengumumkan jadwal produksi pasti untuk Range Rover Sport Electric. Namun, sumber internal menyebut kemungkinan produksi dimulai pada tahun kalender 2027.
Informasi lebih lanjut seperti harga, varian, serta detail performa seperti akselerasi 0-100 km/jam, kemampuan menderek, dan kapasitas bagasi akan menyusul kemudian. Konsumen yang tertarik disarankan menunggu pengumuman resmi dari ATPM Land Rover di Indonesia.