LOLU SELATAN — Puluhan calon wirausaha dari berbagai penjuru Sulawesi Tengah mulai menjalani pelatihan intensif produksi minyak kelapa murni atau VCO. Program yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng ini merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku usaha kecil agar bisa mengembangkan bisnisnya ke skala yang lebih besar.
Seleksi Ketat dari 200 Pendaftar
Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan ini terbilang tinggi. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan bahwa dari total hampir 200 orang yang mendaftar beberapa bulan lalu, hanya 40 peserta yang dinyatakan lolos.
Mereka berasal dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, termasuk Buol, Toli-Toli, Banggai, Tojo Una-Una, dan Poso. Seluruh peserta difasilitasi penuh oleh dinas, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga uang transportasi selama pelatihan.
Alasan VCO Jadi Fokus Utama
Sumarno menjelaskan bahwa tema produk kelapa dan turunannya dipilih bukan tanpa alasan. Potensi kelapa di Sulawesi Tengah dinilai sangat besar, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
"Bisnis yang tadinya berskala kecil akan dibimbing dan ditingkatkan kemampuannya agar mampu berkembang menjadi lini usaha yang jauh lebih besar. Kali ini kita mengambil tema produk kelapa dan turunannya. Mengapa? Karena kita tahu potensi kelapa di Sulawesi Tengah ini cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, nilai tambah yang diharapkan belum sesuai dengan target yang kita inginkan," katanya, Selasa (14/7/2026).
Peluang Pasar Domestik dan Ekspor
VCO memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor. Menurut Sumarno, komoditas ini masih sangat dibutuhkan dan memiliki peluang pasar yang besar.
"Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 40 peserta yang telah berhasil lolos seleksi ketat dari total hampir 200 pendaftar beberapa bulan lalu," terangnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat mendatang ini diharapkan melahirkan pengusaha-pengusaha muda tangguh yang mampu mengembangkan produk turunan kelapa di wilayah Sulawesi Tengah. "Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, mereka akan menjadi pengusaha-pengusaha muda baru yang tangguh dan memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk turunan kelapa, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah," tutup Sumarno.