PALU — Pemerintah Kota Palu tidak bisa sendirian mengendalikan inflasi. Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin menegaskan hal itu di hadapan puluhan distributor yang jadi ujung tombak penyaluran bahan pokok ke masyarakat.
“Tujuan kita mengundang Bapak dan Ibu sekalian adalah dalam rangka pengendalian inflasi daerah di Kota Palu. Bagaimana kita bersama-sama menjaga agar stok bahan pangan tetap tersedia, sekaligus menyepakati langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga di Kota Palu,” ujar Imelda dalam rapat koordinasi TPID, Rabu (1/7/2026).
Tujuh Poin yang Disepakati Distributor dan Pemkot
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, memaparkan tujuh poin yang menjadi landasan kerja sama. Kesepakatan itu mencakup:
- Penguatan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan;
- Komitmen menjual komoditas strategis sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET);
- Pertukaran data stok dan harga secara berkala antara distributor dan pemerintah;
- Dukungan terhadap pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah;
- Pencegahan praktik penimbunan dan spekulasi harga;
- Evaluasi kerja sama setiap tiga bulan;
- Langkah cepat dan terkoordinasi jika terjadi gangguan pasokan atau lonjakan harga.
Komoditas Strategis Jadi Prioritas
Imelda menyebut ketersediaan pasokan komoditas seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging, dan ikan harus jadi perhatian bersama. Dengan pasokan yang terjaga, warga bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang tidak memberatkan.
Rapat ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Irmawati. Seluruh distributor yang hadir kemudian menandatangani kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen.
Sinergi untuk Daya Beli Masyarakat
Pemkot Palu optimistis kolaborasi ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Sinergi yang terbangun diharapkan memberi kepastian ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga daya beli warga di tengah dinamika ekonomi.