Pencarian

Enzo Maresca Hadapi Tantangan Berat Lepas dari Bayang-Bayang Pep Guardiola di Manchester City

Selasa, 30 Juni 2026 • 02:33:31 WIB
Enzo Maresca Hadapi Tantangan Berat Lepas dari Bayang-Bayang Pep Guardiola di Manchester City
Enzo Maresca memulai era baru sebagai pelatih Manchester City setelah masa kejayaan bersama Guardiola.

SULAWESI TENGAH — Maresca bukanlah nama asing di Etihad. Ia merupakan bagian dari staf kepelatihan Guardiola saat City meraih treble Premier League, FA Cup, dan Liga Champions pada musim 2022-2023. Namun, menjadi pewaris tahta setelah era keemasan adalah ujian yang jauh lebih berat.

Modal Prestasi Sebelum Kembali ke City

Sebelum resmi ditunjuk, Maresca punya catatan kepelatihan yang solid. Ia membawa Leicester City promosi ke Premier League pada 2024, lalu mempersembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub untuk Chelsea pada 2025. Kemenangan 3-0 atas PSG asuhan Luis Enrique di final menjadi salah satu pencapaian terbesarnya.

Namun, semua itu belum cukup untuk meredam keraguan. Publik dan pengamat akan terus membandingkannya dengan Guardiola. Jika hasil tidak segera membaik, label "David Moyes-nya Manchester City" bisa menempel—merujuk pada nasib Moyes yang gagal menggantikan Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Bursa Transfer: Anderson Masuk, Rodri Pergi?

Salah satu pekerjaan rumah pertama Maresca adalah memperkuat lini tengah. Gelandang bintang Rodri tengah memberikan sinyal ambivalen soal masa depannya. Pemilik Ballon d'Or 2024 itu masih dalam masa pemulihan cedera lutut serius yang ia derita sejak September 2024.

"Saya sangat tenang, saya tahu persis posisi saya. Mungkin jika tidak ada Piala Dunia, segalanya akan berbeda sekarang," ujar Rodri dalam wawancara terbaru.

City dikabarkan sudah menyiapkan penggantinya: Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Gelandang berusia 23 tahun yang menjadi andalan Thomas Tuchel di Piala Dunia bersama Timnas Inggris itu kabarnya akan ditebus dengan mahar fantastis, £116 juta.

Mengejar Ketertinggalan dari Arsenal

Musim lalu, City finis di posisi kedua dengan selisih tujuh poin dari Arsenal. Gelar juara lepas setelah hasil imbang 1-1 di kandang Bournemouth pada pekan pamungkas. Jarak ini tidak terlalu lebar, tapi Maresca harus memastikan timnya tetap kompetitif hingga akhir musim.

Masalahnya, jika performa City goyah di awal masa baktinya, tekanan bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Dukungan penuh dari petinggi klub menjadi faktor krusial.

Harapan Dapat Dukungan Penuh dari Manajemen

Ketua City, Khaldoon al-Mubarak, punya prinsip bahwa manajer tidak boleh lebih penting dari klub. Namun, saat Guardiola datang, ia membangun struktur ala Barcelona dengan merekrut Ferran Soriano dan Txiki Begiristain. Kini Begiristain sudah digantikan Hugo Viana sejak musim panas lalu.

Untuk sukses di era pasca-Guardiola, tiga faktor harus berjalan beriringan: Maresca adalah orang yang tepat, para pemain percaya padanya, dan manajemen tidak goyah saat kritik mulai berdatangan.

Mencari Alternatif saat Haaland Mandul

Sejak kedatangan Erling Haaland pada 2022, City dibangun di sekeliling sang bomber haus gol. Tiga dari empat musim bersamanya, Haaland menjadi top skor Premier League. Namun, saat ia cedera atau kehilangan ketajaman, City kesulitan.

Musim 2023-2024 menjadi bukti: Haaland hanya mencetak 22 gol di liga—terendah sejak bergabung—dan City untuk pertama kalinya tanpa trofi. Maresca harus segera mencari opsi mencetak gol lain agar tim tidak terlalu bergantung pada satu pemain.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks