PALU — Pemerintah Kota Palu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai peringatan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum refleksi, bukan sekadar rutinitas. Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhiddin menekankan bahwa meskipun keluarga adalah unit terkecil dalam struktur sosial, perannya sangat fundamental dalam perjalanan pembangunan manusia dan bangsa Indonesia.
Refleksi di Tengah Disrupsi Teknologi dan Bonus Demografi
Imelda menyebut Harganas ke-33 menjadi pengingat bagi setiap keluarga untuk memperkuat ketahanan menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan disrupsi teknologi. Momentum ini dinilai krusial untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas demi memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
"Para ayah diajak untuk hadir secara utuh dalam kehidupan keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping dan teladan dalam pengasuhan anak," ujar Imelda.
Peran Ayah dalam Membentuk Karakter Anak
Kehadiran orang tua, khususnya ayah, dinilai sangat penting dalam membentuk karakter anak. Menurut Imelda, peran ini mencakup bimbingan penggunaan teknologi digital secara bijak hingga mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh sebagai fondasi Indonesia Emas.
Pemkot Palu tidak hanya berhenti pada imbauan. Pemerintah daerah telah meluncurkan program inovasi bernama Gerakan Edukasi dan Pendamping Inti Keluarga (Germati) untuk memperkuat peran penyuluh Keluarga Berencana (KB) di lapangan.
Germati: Satu Penyuluh KB Satu Keluarga
Program Germati mengusung semangat "Satu Penyuluh KB Satu Keluarga". Tujuannya mengedukasi dan mendampingi keluarga secara langsung agar lebih berkualitas. "Pemkot Palu berkomitmen melakukan penguatan dan pendampingan. Dalam kegiatan itu kami juga menggandeng para pihak, sehingga pelaksanaan gerakan edukasi semakin kuat dan merata di lingkungan keluarga," tutur Imelda.
Inisiatif ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Palu untuk memastikan ketahanan keluarga tidak hanya menjadi wacana, tetapi terimplementasi hingga ke tingkat RT dan RW. Dengan pendampingan intensif, diharapkan setiap keluarga di Palu mampu menjadi benteng pertama dalam mencetak generasi penerus yang unggul.