Harga CPO Anjlok ke Level Terendah Sejak Juni, Stok Malaysia Diprediksi Rekor

Penulis: Andi Pratama  •  Rabu, 04 November 2026 | 15:19:01 WIB
Harga CPO melemah 1,14 persen menjadi 4.499 ringgit per ton, level terendah sejak pertengahan Juni.

SULAWESI TENGAH — Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) melemah 1,14 persen menjadi 4.499 ringgit per ton pada Rabu (4/11/2026), level terendah sejak pertengahan Juni. Tekanan datang dari ekspektasi stok Malaysia yang diperkirakan menembus rekor 3,75 juta ton pada Oktober. Penurunan ini memperpanjang pelemahan CPO selama tiga sesi berturut-turut.

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange masih bergerak di zona merah hingga jeda perdagangan tengah hari. Angka 4.499 ringgit per ton itu menandai titik terendah baru sejak pertengahan Juni, sekaligus mengonfirmasi tren bearish yang belum berbalik arah.

Seorang trader berbasis di Kuala Lumpur menyebut pasar belum menemukan pijakan. Menurut dia, sentimen masih dikuasai ekspektasi lonjakan persediaan Malaysia yang bakal mencetak rekor baru.

Stok Malaysia Menuju 3,75 Juta Ton

Survei Reuters memperkirakan stok minyak sawit Malaysia pada Oktober naik 6,8 persen dibanding September. Bulan sebelumnya, persediaan sudah berada di level rekor 3,51 juta ton. Dengan tambahan tersebut, stok akhir Oktober berpotensi menyentuh 3,75 juta ton — rekor tertinggi baru.

Jajak pendapat itu dirilis Selasa dan langsung memicu aksi jual di sesi berikutnya. Pelaku pasar membaca angka tersebut sebagai sinyal pasokan yang melimpah di tengah permintaan yang belum menunjukkan penguatan signifikan.

Olein Dalian Ikut Menekan Harga

Tekanan tidak hanya datang dari sisi stok. Harga minyak sawit olein di Dalian juga melemah, memberikan bobot tambahan pada pergerakan CPO di Bursa Malaysia. Kombinasi dua faktor itu membuat harga sulit bertahan di level sebelumnya.

Bagi industri dalam negeri, pelemahan CPO di bursa acuan Malaysia biasanya merambat ke penetapan harga tandan buah segar (TBS) petani sawit di sejumlah daerah. Produsen CPO Indonesia juga menghadapi tekanan margin jika harga jual turun sementara biaya produksi tetap.

Tekanan Berlanjut?

Belum ada indikasi pasar akan berbalik dalam waktu dekat. Trader di Kuala Lumpur menilai tren bearish masih berlanjut selama proyeksi stok tinggi belum terbantahkan oleh data realisasi.

Perdagangan tiga sesi terakhir menunjukkan pelemahan beruntun tanpa koreksi berarti. Jika survei Reuters terkonfirmasi dalam data resmi, tekanan jual berpotensi bertahan lebih lama. Sebaliknya, realisasi stok di bawah perkiraan bisa menjadi pemicu pembalikan arah yang dinanti pelaku pasar.

Posisi harga CPO saat ini berada di level terendah dalam hampir lima bulan. Bagi eksportir Malaysia dan Indonesia — dua pemasok terbesar dunia — pelemahan ini memperkecil ruang kenaikan pendapatan valuta asing pada kuartal IV, tepat ketika permintaan global masih wait and see.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top