MOROWALI — Upacara PTDH digelar di lingkungan Polres Morowali dengan pemasangan tanda coretan pada foto ketiga personel di daftar anggota. Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K menegaskan pemberhentian tersebut bukan langkah tergesa-gesa.
Sebelumnya, ketiga personel telah menerima sejumlah pembinaan dan peringatan. Aturan yang berlaku tetap dilanggar sehingga sanksi terberat dijatuhkan.
AKBP Reza Khomeini menyebut keputusan PTDH telah melalui proses hukum dan persidangan yang transparan sesuai prosedur. Pihaknya menilai berbagai upaya pembinaan sebelumnya tidak diindahkan oleh ketiga personel.
"Upacara ini adalah bentuk ketegasan dan realisasi dari komitmen pimpinan Polri dalam menegakkan disiplin, kode etik profesi, serta supremasi hukum di internal kita," tegas Kapolres dalam amanatnya.
Setiap anggota Polri, lanjut dia, terikat sumpah jabatan dan kode etik profesi. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, personel dituntut menjaga integritas serta kepercayaan publik terhadap institusi.
Kapolres meminta jajarannya memaknai PTDH dari dua sisi. Pertama, sebagai penegakan hukum yang tidak pandang bulu. Kedua, sebagai peringatan keras agar personel lain tidak melakukan pelanggaran serupa.
Penekanan khusus diberikan kepada seluruh pejabat utama dan para Kapolsek jajaran. Mereka diminta meningkatkan pengawasan melekat (Waskat) terhadap anggota masing-masing.
Pembinaan harus dilakukan secara dini dan berkelanjutan. Jika ditemukan gejala indisipliner, pimpinan satuan fungsi maupun wilayah diminta segera mengambil langkah teguran dan pembinaan sebelum pelanggaran berkembang.
"Jadikan peristiwa PTDH terhadap tiga personel ini sebagai pelajaran berharga. Jangan sampai ada lagi anggota Polres Morowali yang mengikuti jejak yang sama. Laksanakan pengawasan melekat, lakukan pembinaan sejak dini, serta selamatkan anggota sebelum semuanya terlambat," pesan Kapolres.
AKBP Reza Khomeini menilai tantangan tugas kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Morowali kian berat. Masyarakat membutuhkan sosok polisi yang profesional, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh personel memperkuat niat dan komitmen awal saat memilih menjadi anggota Polri. Kedisiplinan ditingkatkan, barisan dirapatkan, dan tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Melalui upacara PTDH, Polres Morowali menegaskan komitmen melakukan pembenahan internal, memperkuat pengawasan dan pembinaan personel, serta menjaga marwah institusi demi terwujudnya Polri yang profesional dan semakin dipercaya masyarakat.