Karhutla TN Tanjung Puting Rusak Area Feeding, Camp Leakey Ditutup Sementara

Penulis: Deni Kurniawan  •  Minggu, 01 November 2026 | 10:20:31 WIB
Area pemberian pakan orang utan di Camp Leakey, TN Tanjung Puting, ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan.

SULAWESI TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, merusak area pemberian pakan orang utan di Camp Leakey. Balai TN Tanjung Puting menutup sementara lokasi feeding tersebut sambil menunggu kondisi kawasan pulih. Penutupan berlanjut hingga Jumat (30/10), tepat saat musim kunjungan wisata alam Kalteng mulai ramai.

Camp Leakey selama ini dikenal sebagai pusat penelitian, pengamatan, dan konservasi orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan itu menjadi salah satu titik yang paling ditunggu wisatawan yang menyusuri Sungai Sekonyer dengan klotok. Kini aktivitas di area feeding tidak bisa berjalan seperti biasa.

Kondisi Terkini Area Feeding Camp Leakey

Kerusakan di sekitar lokasi pemberian pakan tergolong parah. Moncos, perwakilan relawan sekaligus pelaku wisata di kawasan TNTP, menyebut kondisi lokasi memprihatinkan setelah api melanda hutan di sekitarnya.

"Untuk saat ini kondisi di feeding memang begitu, seperti yang ada di gambar tersebut. Kebakaran hutan membuat kondisinya miris," kata Moncos, dikutip dari detikKalimantan, Minggu (1/11/2026).

Balai TN Tanjung Puting memutuskan menutup sementara area feeding, terutama yang berada di kawasan Camp Leakey. Penutupan berlaku sampai ada perkembangan kondisi kawasan dan keputusan lanjutan dari pihak balai.

Dampak bagi Orang Utan dan Habitatnya

Kebakaran tidak hanya mengubah bentang lingkungan. Menurut Moncos, kelestarian hutan berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup orang utan, termasuk ruang gerak dan ketersediaan pakan alami satwa.

"Kerusakan area feeding menjadi perhatian karena kelestarian hutan memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan hidup orang utan. Kebakaran tidak hanya mengubah kondisi lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi ruang gerak dan sumber pakan satwa," ujarnya.

Camp Leakey sendiri berfungsi ganda: tujuan wisata sekaligus lokasi penelitian dan konservasi. Penutupan area feeding otomatis memangkas salah satu atraksi utama yang biasa disaksikan pengunjung saat menjelajah TNTP.

Apa yang Perlu Diketahui Traveler Sebelum Berangkat

Bagi yang sedang merencanakan perjalanan ke TNTP, ada baiknya memastikan status area feeding sebelum berangkat. Informasi terkini soal pembukaan Camp Leakey dapat dikonfirmasi langsung ke Balai Taman Nasional Tanjung Puting atau operator wisata lokal.

Rute umum menuju kawasan ini ditempuh dari Pangkalan Bun, lalu menyusuri sungai dengan klotok menuju camp-camp pengamatan. Durasi perjalanan dan paket kunjungan bervariasi tergantung operator, sehingga pemesanan sebaiknya dilakukan jauh hari.

Perlu diingat, penutupan area feeding bukan berarti seluruh kawasan TNTP tutup. Kegiatan wisata lain di luar Camp Leakey tetap dapat berjalan selama kondisi lapangan memungkinkan dan sesuai arahan petugas.

Harapan Relawan dan Pelaku Wisata

Para relawan dan pelaku wisata berharap karhutla di kawasan TNTP segera tertangani. Mereka juga mendorong pemulihan kawasan terdampak agar habitat orang utan dan satwa liar lain tetap terjaga.

Pemulihan ekosistem pasca-kebakaran biasanya butuh waktu, terutama untuk mengembalikan tutupan vegetasi dan sumber pakan alami. Karena itu, wisatawan yang hendak berkunjung sebaiknya memantau perkembangan resmi dan tidak memaksakan kunjungan ke area yang masih ditutup.

Untuk sementara, Camp Leakey belum bisa menjadi tujuan utama pengamatan orang utan. Rencanakan kunjungan ke TNTP dengan status area feeding sebagai acuan, dan sisipkan waktu tunggu hingga balai taman nasional mengumumkan pembukaan kembali.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top