MOROWALI — Iswanto menilai peringatan Hari Keuangan Nasional tidak cukup berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Morowali membutuhkan program pembinaan, pendampingan, dan pelatihan yang mampu meningkatkan kapasitas serta kompetensi mereka.
Kebutuhan itu mencakup tambahan ilmu pengetahuan, keterampilan, akses teknologi, hingga jaringan pemasaran. Dengan bekal tersebut, pelaku ekraf daerah dinilai bisa mengembangkan usaha secara mandiri dan berdaya saing.
Iswanto menyampaikan harapannya agar pelaku ekonomi kreatif Morowali memperoleh solusi nyata berupa pelatihan dan pendampingan. Dia berbicara kepada media pada Sabtu (31/10/2026).
"Harapan kami, para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Morowali bisa mendapatkan solusi nyata, termasuk pelatihan dan pendampingan sebagai bekal tambahan ilmu. Dengan begitu, produk dan karya kreatif lokal tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional secara mandiri," ujar Iswanto.
Dia juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kreatif di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah perlu duduk bersama membahas persoalan itu secara serius.
Iswanto meminta kesenjangan infrastruktur digital dan kapasitas SDM kreatif antara kota-kota besar dan daerah tidak terus terjadi. Pelaku ekraf di daerah, katanya, punya potensi, kreativitas, dan kemampuan bersaing.
"Jangan sampai kesenjangan infrastruktur digital dan kapasitas SDM kreatif antara kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung dengan daerah lainnya terus terjadi. Pelaku ekonomi kreatif di daerah juga memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan untuk bersaing. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, fasilitas, pendampingan, serta dukungan kebijakan yang merata," tegasnya.
Dia menilai Hari Keuangan Nasional ke-80 harus memperkuat keterkaitan antara sektor keuangan dan pengembangan ekonomi kreatif. Kreativitas masyarakat tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan akses pembiayaan, literasi keuangan, pelatihan, dan ekosistem usaha yang memadai.
Iswanto berharap kebijakan pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi umum. Pelaku ekonomi kreatif lokal, menurutnya, perlu ruang lebih besar untuk tumbuh dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi nasional.
"Momentum Hari Keuangan Nasional ini hendaknya menjadi pengingat bahwa membangun ekonomi bukan hanya tentang angka dan transaksi keuangan, tetapi juga tentang bagaimana membuka peluang, memperkuat kemampuan masyarakat, dan menciptakan kemandirian ekonomi. Kami berharap ada perpaduan antara kebijakan keuangan yang berpihak, solusi pengembangan usaha, dan peningkatan kualitas SDM kreatif agar pelaku ekonomi kreatif Morowali mampu naik kelas serta bersaing di tingkat nasional maupun internasional," jelasnya.
Melalui peringatan Harkeu ke-80, Iswanto berharap sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menguat. Targetnya, ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan merata hingga ke daerah bisa terwujud.