Pemkot Palu Perpanjang Belajar Daring TK-SMP, ISPU Capai 206 Akibat Kabut Asap Karhutla

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:46:00 WIB
Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mengumumkan perpanjangan belajar daring bagi siswa TK-SMP melalui pesan video, Minggu (25/10/2026).

PALU — Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mengumumkan perpanjangan masa belajar dari rumah melalui pesan video singkat pada Minggu, 25 Oktober 2026. Konsentrasi polutan udara di Kota Palu tercatat pada angka PM 2,5 dengan indeks posisi mencapai 200, angka yang secara resmi menempatkan kualitas udara ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu dalam kondisi buruk dan sangat tidak sehat.

Data BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Palu konsisten berada di atas angka 100. Konsentrasi partikulat halus PM 2,5 bergerak dari 179 g/m dan sempat menyentuh puncak 206 g/m, mengonfirmasi kategori Sangat Tidak Sehat.

Rentetan Kebijakan Daring Sepanjang Oktober 2026

Perpanjangan kali ini bukan yang pertama. Langkah mitigasi awal dimulai pada Senin, 19 Oktober hingga Rabu, 21 Oktober 2026, saat sekolah-sekolah dialihkan ke metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Setelah pemantauan ulang, penurunan kualitas udara yang terus berlanjut memaksa pemerintah memperpanjang masa daring hingga akhir pekan. Situasi yang belum membaik membuat kebijakan itu kembali dilanjutkan demi keselamatan peserta didik.

Hadianto menyebut keputusan meliburkan aktivitas tatap muka di sekolah sebagai pilihan yang berat. Ia berharap para orang tua siswa dapat memaklumi kebijakan tersebut demi kesehatan anak-anak mereka.

"Dengan berat hati saya sampaikan bahwa pembelajaran secara daring masih tetap dilakukan oleh seluruh sekolah. Hal ini tentunya adalah bentuk upaya kita bersama untuk menjaga anak-anak kita, memastikan bahwa anak-anak kita terlindungi," ujar Hadianto.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruang

Melihat situasi yang belum membaik, wali kota mengajak seluruh warga Kota Palu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa keluar rumah diminta disiplin memakai masker standar pelindung pernapasan.

"Ini merupakan bentuk kasih sayang kita, perhatian kita kepada seluruh anak-anak kita," tambahnya.

Hadianto juga berharap hujan yang mulai turun di beberapa daerah lain segera bergeser ke wilayah Sulawesi Tengah dan ke wilayah sumber titik api seperti Kalimantan. Menurutnya, curah hujan di titik-titik panas itu dapat membantu mengurai kabut asap dan memulihkan kualitas udara di Kota Palu.

Larangan Pembakaran Sampah Dipertegas

Di akhir penyampaiannya, wali kota mengimbau masyarakat menjaga lingkungan secara mandiri. Warga dilarang keras melakukan pembakaran sampah atau aktivitas pembakaran terbuka lainnya yang dapat memperparah polusi udara.

"Memastikan bahwa kondisi udara yang sudah buruk ini tidak ditambah buruk lagi dengan cara-cara yang tidak baik," tegas Hadianto.

Kebijakan belajar daring berlaku untuk seluruh siswa tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Palu. Belum ada keterangan resmi mengenai batas waktu perpanjangan atau syarat yang diperlukan sebelum sekolah kembali dibuka untuk pembelajaran tatap muka.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: metrosulawesi.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top