PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan pentingnya keteladanan aparatur sipil negara (ASN) dalam membangun budaya beribadah. Menurutnya, lingkungan perkantoran pemerintah semestinya tidak berhenti sebagai tempat bekerja, tetapi juga mendorong tumbuhnya kedisiplinan menjalankan ibadah tanpa mengabaikan pelayanan publik.
Pesan itu disampaikan Anwar saat kegiatan Subuh Berkah bertema "Doa untuk Negeri" di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Acara tersebut menghadirkan Ustaz H. Muhammad Syamsi Ali, imam masjid di New York, Amerika Serikat.
Dalam kesempatan yang sama, Anwar mengajak masyarakat memperkuat doa menghadapi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Kabut asap tersebut bahkan mengganggu perjalanan udara.
"Solusi yang paling jitu sekarang ini adalah memohon pertolongan Allah," tegas Anwar.
Menurutnya, situasi kabut asap harus menjadi bahan introspeksi bersama. Anwar mengingatkan warga agar tidak saling menyalahkan, melainkan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melakukan langkah nyata menghadapi dampaknya.
Gubernur juga mengajak seluruh umat beragama menghidupkan rumah ibadah masing-masing sebagai bagian dari penguatan spiritual dan persaudaraan. Baginya, kerukunan antarumat menjadi modal penting menghadapi persoalan daerah.
"Kalau orang Islam meramaikan masjid, orang Nasrani meramaikan rumah ibadahnya, orang Hindu meramaikan rumah ibadahnya, insyaallah Tuhan akan menolong kita," ujarnya.
Kegiatan Subuh Berkah itu dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Sekdaprov Novalina, unsur Forkopimda, dan sejumlah pejabat daerah. Ribuan jamaah memadati halaman kantor gubernur sejak subuh.
Melalui kegiatan keagamaan rutin, Pemprov Sulawesi Tengah berharap budaya ibadah di lingkungan aparatur tumbuh tanpa mengurangi kualitas layanan kepada warga. Anwar menegaskan kedisiplinan ibadah dan tanggung jawab jabatan harus berjalan beriringan.