Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Kemenpar Targetkan Rp 792 Miliar

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:20:31 WIB
Kementerian Pariwisata menargetkan dampak ekonomi sekitar Rp 792 miliar dari rangkaian konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta.

SULAWESI TENGAH — Kementerian Pariwisata menargetkan dampak ekonomi 44 juta dolar AS atau sekitar Rp 792 miliar dari rangkaian konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur dan Jakarta. Konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour itu diperkirakan menarik 7.000 penonton di Borobudur serta 9.000 penonton di Jakarta. Dukungan Kemenpar atas konser ini berbanding terbalik dengan sikap MUI yang mendesak pemerintah membatalkannya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan konser tenor asal Italia tersebut sejak awal perencanaan. Dukungan itu disampaikannya dalam konferensi pers konser Romanza 30th Anniversary World Tour di Jakarta pada Rabu (19/8) yang dihadiri sejumlah media.

"Saya sangat bahagia dapat turut membuka jalan dan menjadi bagian dari proses kolaborasi yang pada akhirnya membawa konser istimewa ini menjadi kenyataan di destinasi pariwisata prioritas dan di Borobudur, Indonesia," kata Widiyanti.

Dua Lokasi, Dua Pesan Berbeda

Menurut Widiyanti, pemilihan Borobudur dan Jakarta sebagai venue konser memberi pesan tersendiri soal keragaman pengalaman wisata Indonesia. Candi Borobudur yang menurut para arkeolog dibangun antara tahun 775 hingga 832 telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dan menjadi destinasi wisata budaya utama.

Sementara DKI Jakarta dinilai sebagai destinasi pariwisata regeneratif yang menunjukkan keragaman budaya sekaligus modernitas. "Dua lokasi ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam," ujarnya.

Widiyanti menambahkan, "Kita memiliki heritage destination yang kuat sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world class events."

Dari Mana Angka Rp 792 Miliar Berasal

Kementerian Pariwisata menghitung dampak ekonomi konser ini bisa mencapai 44 juta dolar AS atau sekitar Rp 792 miliar. Angka itu berasal dari belanja tiket, akomodasi, transportasi, konsumsi kuliner, hingga produksi pertunjukan yang melibatkan vendor, pelaku industri, UMKM, pekerja seni, dan komunitas lokal.

"Menurut kami, penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan," kata Widiyanti.

Dukungan Kemenpar untuk Penonton dan Seniman

Kemenpar menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari pengurusan visa bagi para seniman melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, hingga kemudahan perizinan masuk untuk kebutuhan logistik pertunjukan.

Bekerja sama dengan Garuda Indonesia, Kemenpar menjalankan Program Tiket Penerbangan Gratis atau Free Add-on Tickets bagi wisatawan mancanegara. Lewat program itu, wisatawan asing yang terbang dengan Garuda Indonesia menuju Jakarta atau Bali bisa mendapat tiket penerbangan domestik pulang-pergi ke Yogyakarta.

Kemenpar bersama agen perjalanan dan operator tur juga menyiapkan paket wisata di sekitar Borobudur. Langkah tersebut diharapkan memperpanjang masa tinggal penonton sekaligus mendorong kunjungan ke destinasi lain di Jawa Tengah.

MUI Desak Konser Dibatalkan

Dukungan Menteri Pariwisata tidak sejalan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia. MUI mendesak pemerintah membatalkan rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah konsisten menolak kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Zionisme. Menurutnya, sikap itu sejalan dengan prinsip Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto dalam laman resmi MUI, Sabtu (10/10).

Sudarnoto menjelaskan, penolakan MUI berdasar pada rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat penggalangan dana untuk militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Penyanyi itu juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Dampak bagi Rencana Liburan ke Borobudur

Bagi traveler yang berencana menyusun perjalanan ke Borobudur atau Yogyakarta pada periode konser, status akhir penyelenggaraan event ini masih menunggu keputusan pemerintah. Informasi terkini soal jadwal, tiket, dan akses kawasan Borobudur dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau pengelola Taman Wisata Candi Borobudur.

Jika konser tetap berjalan, periode tersebut berpotensi membuat okupansi hotel dan harga tiket transportasi ke Yogyakarta naik. Memesan akomodasi lebih awal dan memantau pengumuman resmi menjadi langkah paling aman sebelum menyusun itinerary.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top