Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari di Pantai Boom Marina Banyuwangi

Penulis: Deni Kurniawan  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:05:31 WIB
Penari membawakan tari kolosal Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada 24 Oktober 2026.

SULAWESI TENGAH — Gandrung Sewu 2026 digelar di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan konsep Glow in the Dark pada 24 Oktober 2026. Festival tari kolosal tahun ke-14 ini berlangsung dalam rangkaian acara 22-24 Oktober dan melibatkan sekitar 1.100 penari dari dalam maupun luar daerah. Perubahan waktu pertunjukan dari sore ke malam menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menyaksikan seni tradisional Banyuwangi dengan suasana berbeda.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng InJourney untuk mengembangkan festival ini sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Sebanyak 900 penari berasal dari Banyuwangi, sementara 200 lainnya datang dari berbagai daerah di luar Banyuwangi.

Tanggal dan Lokasi

Gandrung Sewu 2026 berlangsung pada 22-24 Oktober 2026, dengan pertunjukan utama digelar pada 24 Oktober di Pantai Boom Marina, Banyuwangi. Pertunjukan tahun ini digelar pada malam hari, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berlangsung sore hari.

Konsep Glow in the Dark menjadi daya tarik utama. Penonton diajak menikmati tarian kolosal dalam suasana malam yang diharapkan memberikan pengalaman berbeda.

Rangkaian Acara

  • Pertunjukan tari kolosal Gandrung Sewu dengan sekitar 1.100 penari
  • Koreografi tunggal yang menggambarkan perjalanan cerita, mulai dari doa dan perjuangan hingga keikhlasan
  • Pertunjukan pada malam hari dengan konsep Glow in the Dark
  • Rangkaian acara pendukung selama 22-24 Oktober 2026

Jumlah Penari dan Tantangan Koreografi

Budayawan Banyuwangi Suko Prayitno menyebut Gandrung Sewu tahun ini melibatkan sekitar 1.100 penari. Rinciannya, 900 penari dari Banyuwangi dan 200 penari dari luar daerah.

"Gandrung sangat diminati masyarakat Banyuwangi, bahkan sekarang ada 200 penari dari luar daerah Banyuwangi," ujar Suko.

Penyatuan gerakan menjadi tantangan tersendiri karena seluruh penari harus tampil dalam satu koreografi yang utuh.

Pelestarian Budaya dan Regenerasi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan festival ini bukan sekadar pertunjukan kolosal. Gandrung Sewu menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus mengenalkan budaya Banyuwangi kepada generasi muda.

"Gandrung Sewu bukan hanya bicara tentang bagaimana penari gandrung kolosal ditampilkan, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan dan meregenerasi budaya Banyuwangi," ujar Ipuk dalam konferensi pers Gandrung Sewu di Panggung Budaya TMII Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Ipuk menambahkan, budaya merupakan salah satu kekuatan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata, selain potensi alam yang selama ini sudah menjadi daya tarik daerah tersebut.

"Gandrung Sewu ini tidak hanya kita melihat tarian kolosal, tetapi kami juga mempromosikan Banyuwangi di tingkat yang lebih luas lagi, yakni di tingkat internasional. Kami ingin mengenalkan Banyuwangi melalui Gandrung Sewu ini," kata Ipuk.

Dukungan Konektivitas dan Pariwisata

Direktur Human Capital dan Digital InJourney Herdy Harman menyatakan pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelola bandara, pelaku usaha, hingga penyedia atraksi wisata. Pelayanan, akomodasi, transportasi, dan fasilitas pendukung ikut menentukan kesan wisatawan selama berada di sebuah destinasi.

Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady menambahkan, konektivitas dan atraksi wisata saling mendukung.

"Kami berharap dengan adanya Gandrung Sewu ini membuka jalan untuk konektivitas akan berlangsung untuk lama. Kita lihat Banyuwangi juga menjadi daya tarik buat wisatawan mancanegara, jadi penting sekali untuk menaikkan international connectivity ke Indonesia," ujar Veri.

Dampak bagi Ekonomi Lokal

Kehadiran wisatawan selama festival berpotensi menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM. Kolaborasi dengan Banyuwangi diharapkan membuat Gandrung Sewu tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat sekitar.

Informasi terkini soal jadwal acara, tiket, dan akses menuju lokasi dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Banyuwangi atau kanal resmi penyelenggara.

Gandrung Sewu 2026 menawarkan pengalaman menikmati seni tradisional Banyuwangi dengan suasana malam yang berbeda. Wisatawan yang ingin menyaksikan pertunjukan utama sebaiknya merencanakan kunjungan selama rangkaian acara 22-24 Oktober 2026 untuk menikmati seluruh prosesi festival.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top